Category Archives: Family

11.55 pm

Pa, sudah siang, segera makan.
Lauknya sudah Milta siapkan di rak.
Kalau mau tongseng sapi, ada di panci di atas kompor, dihangatkan dulu 1 menit.
Kalau mau buat kopi, air mentahnya sudah disiapkan di atas kompor, tinggal dimasak.
Gula dan kopi sudah ada di gelasnya, di sebelah kompor.
Ada kue diatas kulkas.

Hati-hati di rumah, Bapak.

message sent on 11.55 pm

Yeaa.. Green Sunday!

Dari kemarin-kemarin 4 keponakan saya sudah menunggu sekali hari ini.
Mereka ingin (lagi) ke tempat bermain rahasia yang kami kunjungi minggu lalu.
Mereka tidur lebih awal, menurut mereka biar pagi-paginya bisa bangun lebih pagi dan segera pergi.
Tapi.. sudah jam 06.30, masih pada tidur, dan susah dibangunkan.. hehehe

>>

>>

10 menit kemudian, setelah cuci muka dan sarapan, memakai sepatu, kami berjalan kaki menuju tempat bermain.
Udara segar, kami ceria. :D
Mereka selalu jadi objek foto favorit buat saya.

>>

>>

Eh tapi sesekali boleh kan yha saya ambil objek diri sendiri?! Hahha

>>

>>

Sudah lama sekali tidak berada di dalam moment yang di-capture.
Saking senangnya memotret momen-momen indah, terkadang kita tidak menyadari bahwa kita juga berada di dalam momen-momen tersebut.
Ah, alasan saja.. Karena ingin dipotret! Hehe

Matahari bersinar hangat, menusuk tulang.
Padahal tadi malam hujan lebat, dan tadi pagi dingin sekali.

>>

>>

Saya mengajari mereka beberapa gerakan senam dan latihan pernafasan.
2 dari keponakan saya sedang sakit flu (oh, saya juga termasuk), berlatih pernafasan membuat kami terasa lebih segar.
2 jam kemudian saatnya pulang, yang paling kecil (Isyfan) terlihat sudah mulai lelah.

Lalu sampai di rumah mandi dan beristirahat.
Tidak ada rencana pergi kemana-mana hari ini.
Sepertinya hanya akan tinggal di rumah, menemani mereka menonton kartun, menemani Mama memasak, dan lalu mengerjakan beberapa tugas kuliah.
Apa ceritamu pagi ini ? :)

Yellowish

Senang sekali, masih sore sudah sampai di rumah. Jarang sekali seperti ini.
Sampai rumah, langsung disambut oleh keponakan-keponakan.
Mereka mengajak melihat matahari terbenam.
Oh iyha, lembayung senjanya memang indah sekali sore ini.

>>

>>

>>

Kalau setiap sore bisa seperti ini pasti akan menyenangkan. :)

“Doaku panjang saat petang datang, dadaku tak kunjung terasa lapang
Di beranda kunantikan kau pulang”

(Tika & The Dissidents – Tentang Petang )

Blessed Sunday Morning

Sepanjang pagi matahari masih belum muncul.
Saya berolah raga ‘jalan pagi’ bersama ketiga keponakan.
Biasanya hanya berani berjalan-jalan/berolahraga di sekitar rumah.
(saya kan pemalu! Hahha).
Tapi kali ini saya coba ajak mereka berjalan agak jauh dari rumah, ke daerah yang lebih tinggi.
Udara ternyata lebih segar dan lebih hijau.

There’s so much new things you can find out if you are go out.
Baru tau, ternyata di dekat rumah saya ada lapangan tempat berlatih karateka.
Selama ini saya selalu keheranan dimanakah tempat latihan dari serombongan anak-anak karateka yang selama ini selalu melewati rumah saya setiap Sabtu pagi dan Minggu pagi.
Baru tau juga, ternyata di sekian ratus meter dari rumah saya terdapat kolam pemancingan gratis.
Hmm.. kapan-kapan mungkin bisa dicoba..
Selain itu banyak juga hal-hal yang sebenarnya sering saya temui di akhir pekan,
tapi selama ini malu untuk meng-capture.
Kali ini, iseng-iseng membawa kamera, dan mengambil beberapa gambar, sekalian belajar juga.

>>

>>

>>

Tiba-tiba juga menemukan sebuah taman tempat bermain kanak-kanak.

>>

>>

Sampai di rumah, istirahat, dan beres-beres di rumah dan di halaman, lalu makan siang bersama.
What a blessed morning. Nothingto complain.

Once I reached my home, I got a message from someone. He said he misses me. Kinda weird, cause I meet him almost everyday! -_-

Masak Tengah Malam

Yang dimasaknya sih hanya nasi goreng saja.
Menjadi sangat spesial karena dimasak dalam keadaan lapar merajalela,
dan harus sesegera mungkin memutuskan untuk mengisi lambung demi kelangsungan hidup.
Cewe secekatan saya yang memiliki intuisi kuat tentang kondisi perut
dan kondisi kelengkapan bahan-bahan yang masih tersisa di lemari es,
Jadi, ketika hanya mendapati bawang, cabe rawit, dan kencur,
akhirnya memutuskan untuk membuat nasi goreng.

Bumbu yang tersedia, dan digunakan adalah : cabe rawit dan bawang merah (diiris), bawang putih dan kencur (digeprek, lalu dirajang).
Tips : untuk masakan yang menggunakan bawang putih tanpa diulek,
sebaiknya bawang putih digeprek dahulu, baru dirajam.
(Tahu artinya digeprek tidak ? Kurang lebihnya : ditekan pakai pisau -misalnya-, sampai agak hancur. )
Ini akan membuat aroma dan rasa bawang putih lebih terasa pada makanan.
Hal yang sama bisa juga diterapkan untuk bumbu lain seperti kencur dan lengkuas.

Setelah itu mulai memasak.
Tips : untuk menggoreng bumbu yang terdapat cabe rawit,
hindari api yang terlalu besar, karena asapnya akan mengepul ke sekeliling ruangan,
dan menyebabkan sesak/aroma pedas yang menusuk hidung. Hehe.

Apalagi ini dini hari. Gawat juga, kalau tiba-tiba seisi rumah terbangun
karena kepulan asap dan mengira sedang terjadi kebakaran.
Padahal sedang dalam misi memasak nasi goreng.

Setelah semua bumbu matang, dan nasi bercampur dengan bumbu, saya tambahkan kecap manis.
Saya pecinta kecap manis, jadi menambahkan kecap manis ke dalam nasi goreng, selalu menjadi pilihan.
Lalu, terakhir, Saya iris daun bawang, agar lebih wangi.

10 menit kemudian.. Voila! Nasi goreng kencur ala anak bau kencur!

Sebenarnya, kalau pun dimakan sendiri pasti habis juga,
tapi tiba-tiba Bapak bangun, dan menghampiri :
masak apa Mil ?”
Nasi goreng Pa, lapar juga yha Pa? Hehe

Akhirnyaa.. 2 piring nasi goreng + 2 gelas teh manis.

>>

>>

Sekarang sudah kenyang. Bapak sedang bersiap shalat, saya malah blogging. Hehe

Hi Sexy Mother!

Today you are..(age is a woman’s secret).
And I am thanking GOD for every minute I can spend with you.
I am thankful for your concerns over me.
I am thankful for all the advice and comfort you have given me.
You being here is the biggest gift I can get.
I don’t think I could ever live without you.
I’m so glad that we’re related. I’m proud to say that you’re my mom.
Praying that you have many more years to live and live strong!
GOD loves you. You deserve the best of the best.

>>

>>

Pagi tadi, “Oh ulang taun yha Ma, hari ini..Selamat ulang taun, Insya ALLAH Milta selalu doain, mwaah!”
Just it ? Yeah.
Entah yha..
kalau orang tua sedang ulang tahun, saya selalu bingung harus bilang apa kepada mereka, di depan mereka.
Saya tidak mampu mengatakan apa saja doa saya untuk mereka.
Terkadang merasa terlalu naïf. Doa saya tentang mereka kebanyakan berkaitan dengan diri saya sendiri.
If you read this, maaf Mama, hanya menjadi seperti ini.
Hanya meminta terus-menerus, tidak pernah cukup memberi.

I love you, I love you, I love you.

Bapak Di Udara

Pagi ini Bapak berangkat ke Medan bersama teman-temannya untuk sebuah (atau mungkin beberapa hal) keperluan.
Ini pertama kalinya setelah 15 tahun rasanya Bapak pergi ke tempat yang sangat jauh dari rumah.
Saya sedih melihatnya, sudah setua itu (Bapak saya : 62) Bapak masih ingin pergi kesana-kesini.
Bapak itu orangnya pejalan, petualang, senang bergaul, banyak teman, tahan lama kalau mengobrol.
Saya pernah melihat, Bapak mengobrol 2 hari 1 malam bersama adiknya, om saya (Om Maramis),
Hanya diselingi sembahyang dan ke kamar kecil. Super daddies!
Mungkin karena itulah, Bapak tidak betah kalau istirahat di rumah terus.
Kadang-kadang sedang dirumah, dijemput sama anak-anak mahasiswa untuk pengajian kesana-kesini.
Padahal kami sudah sering mengingatkan untuk membatasi kegiatannya di luar rumah.

Yang juga membuat sedih tentang keberangkatan Bapak hari ini adalah karena Bapak akan pergi ke Medan naik pesawat.
Bapak itu takut dengan ketinggian. Seumur hidupnya, sebelum ini, baru dua kali Bapak naik pesawat.
Itu pun diikuti dengan demam setelahnya.
Kalau sudah begini, saya jadi khawatir. Bagaimana kalau setelah turun pesawat di Medan Bapak demam ?
Tiba-tiba menakutkan banyak hal. Menyesali banyak hal.
Kalau orang yang saya sayangi pergi jauh, pasti banyak yang saya takutkan..
Bahkan saya membayangkan semua kemungkinan terburuk.
Bagaimana kalau ada apa-apa dengan Bapak, tanpa ada kami di dekatnya ?
Saya mengingtkan kepada semua orang di rumah ini,
untuk peka terhadap setiap apa yang Bapak lakukan, apa yang Bapak ucapakan sebelum keberangkatannya.
Semakin menakutkan banyak kemungkinan, semakin menyadari kami belum bersiap apapun.
Menyadari juga, saya tidak pernah menjadi anak yang baik buat beliau.
(saya tidak bisa menahan tangis).

>>

>>

Ya ALLAH, demi haknya Muhammad dan keluarganya yang suci, peliharalah dan berkatilah Bapak dimanapun ia berada.
Tidak sanggup meneruskan menulis. Kalut sekali.—

Bittersweet Home.

10.34 pm. Akhirnya sampai di rumah juga.
Sudah 2 hari ini pulang malam. Kemarin sampai rumah jam 9 malam.
Kalau kemarin, saya ada pekerjaan di kantor yang tiba-tiba harus diselesaikan hari itu juga.
Hari ini, sepulang kantor pergi menghadiri pengajian & silaturahmi di rumah Ust. Miftah, di Kiara Condong.
Rutenya seperti ini :
Jam 5 sore pulang dari kantor di daerah Jl Supratman – menuju rumah Ust. Miftah di Kiara Condong – dan pulang ke rumah, 15 km dari Kiara Condong.
Menyenangkannya, karena acara tersebut dihadiri sekaligus oleh 2 ustadz favorit saya : Ust. Jalaluddin Rakhmat dan Ust. Miftah.

Pulangnya naik ojeg dengan kalimat sakti “ke atas 4000 yha Pak !?”
Bapak ojeg mengangguk “silahkan Neng, naik..”
Ojeg yang saya tumpangi adalah seorang Bapak dengan kondisi motor yang (maaf) sangat memprihatinkan.
Lampu sudah tidak menyala lagi, suara mesin yang berisik, dan mesin yang sudah rusak,
sehingga perjalanan menjadi lama daripada biasanya.
Jalanan yang kami lewati juga sangat rusak. Hampir seperti sungai kering.
Mungkin daerah sekitar ini mayoritas pendukung partai minoritas,
jadinya tidak ada subsidi dan dana untuk perbaikan jalan.
Mungkin akan lain ceritanya, jika masyarakat sekitar ini adalah pendukung partai berwarna kuning.

Beberapa kali Pak Ojeg meminta maaf karena kondisi motornya.
Saya hanya meng-iya-kan, dalam hati deg-degan (takut terjatuh) sembari berdoa.
Senang akhirnya sampai juga di rumah bercat hijau.
Kalau sudah sampai di rumah, semua ketakutan apapun hilang. Yang ada hanya perasaan nyaman.
Jadi ingin berterima kasih kepada banyak orang yang baik sekali dengan saya hari ini.
Dengan mereka-mereka yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu.
Terima kasih.

Quote of the day :

It’s a bittersweet,symphony, this life.
Just trying to make ends meet.
I’m on my way, home sweet home.
(Bittersweet Home – Limp Bizkit)

Jalang

 

Siapa yang berani bernyanyi nanti akan dikebiri.
Siapa yang berani menari nanti kan dieksekusi.
Karena mereka, paling suci,
Lalu mereka bilang kami jalang.
Karena kami, beda misi,
lalu mereka bilang kami jalang.
(Jalang – Efek Rumah Kaca)

 

After reading my post about my my father,
some people keeps Googling him.
What do you want huh ? What do you want to know ?
I’m his daughter, ask me.

 

 

.. I Love You, I Do ..

“Melahirkan itu kodrati (natural) tapi menjadi ibu adalah kehendak (ikhtiar)..”
“Isa bin Maryam tidak membutuhkan ayah… tapi dia tetap memerlukan Ibu..”
-Muhsin Labib

Tidak pernah pandai membuat puisi tentang apapun..
Juga tentang mu..
Satu yang pasti, cinta dan doa itu selalu ada..
Semoga keberkahan Ibunda Fathimah Azzahra juga selalu menyertaimu, Ma..
Semoga ALLAH menjadikan haram bagi neraka untuk menyentuhmu..
Love, hugs, kisses.. smooch !

>>

.. the trees of us ..

>>

.. this smile ..

Yes, you are always prettier than me ! :*

>>

Who cares about Megan Fox.. My MOM is the sexiest woman alive !
Happy MOTHER’s day.. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.