.. Karena Setiap Aksara Membuka Jendela Dunia – ERK ..

Category Archives: Poem

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah. Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza. Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku. Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal, dan lucu. Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi. Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang. Ada bayi-bayi yang mati lapar di [...]


“Setiap mukmin punya dua tanah air; tanah lahirnya dan tanah suci.” Saya pernah mendengar kutipan di atas beberapa tahun silam. Kabarnya, ia bersumber dari hadis shahih. Saya sendiri belum pernah membaca teks asli atau menemukan sumbernya. Tapi, sepertinya, ia berkata teramat tulus. Ia bercerita tentang kerinduan yang dimiliki oleh setiap insan. Nun jauh di kedalaman [...]


>> >> Tak satu juga pintu terbuka. Jadi baik kita padami, unggunan api ini. (Tak Sepadan – Chairil Anwar)


Seandainya aku bukan …..” Tapi kau angin ! Tapi kau harus tak letih-letihnya beringsut dari sudut ke sudut kamar, menyusup celah-celah jendela, berkelebat di pundak bukit itu “Seandainya aku …..” Tapi kau angin ! Nafasmu tersengal setelah sia-sia menyampaikan padaku tentang perselisihan antara cahaya matahari dan warna-warna bunga “Seandainya …..” Tapi kau angin ! Jangan [...]


  Demi rupa, cahaya, dan warna. Tiada celah bagi gelap untuk bertahta. Denting itu berharga. Detak bertumpu hentak. Mengawang, menengadah, tanpa tatapan. Hanya rasa, menyala. Tak dayapun beban itu. Hadirkan pada rindu, dia lakukan. Lihat, dia adalah Sebelah Mata. >> >> >> Sebelah mataku yang mampu melihat Bercak adalah sebuah warna-warna mempesona Membaur suara, dibawanya [...]


Demi Tuhan, awan, dan halilintar Jubahku dipakai gelandangan Puisiku dibaca orang-orang gila Siapa rajawali ? Siapa kurcaci ? Siapa ksatria ? Siapa pecundang ? Mana mawa ? Mana gulita ? Mana sabda ? Mana tipudaya ? Perih, debu di mata Nyeri, duri di rongga Sesak, batu di dada Mestikah kutabuh gendering perang ? Niscaya iringan [...]


Demi Tuhan, awan, dan halilintar Jubahku dipakai gelandangan Puisiku dibaca orang-orang gila Siapa rajawali ? Siapa kurcaci ? Siapa ksatria ? Siapa pecundang ? Mana mawa ? Mana gulita ? Mana sabda ? Mana tipudaya ? Perih, debu di mata Nyeri, duri di rongga Sesak, batu di dada Mestikah kutabuh gendering perang ? Niscaya iringan [...]


Silahkan.. Jika ingin pergi, meninggalkanku. Mungkin aku masih akan tetapdi sini Bahkan mungkin akan mundur kembali jauh ke belakang tertinggalkan oleh semua.. Maka aku harus mulai mencari, memunguti dan merangkai kembali serpihan-serpihan format diri yang tercecer di setiap sudut waktu yang pernah kulalui.. Pastinya aku tidak sendirian, dari hati..aku yakin kan kutemui hari yang lain [...]



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 755 other followers