Tag Archives: musik

Meracau : Musik & Mood

Ada irama-irama atau lirik dari lagu-lagu yang rasanya saya pun mau menyerahkan diri kepadanya.

Musik, selain dapat mengerti suasana hati, mengingatkan saya kepada seseorang, juga mampu menghempaskan hati saya tanpa perasaan, dan mengambil andil dalam mempengaruhi hidup saya.

Contohnya ketika saya saya tiba-tiba ingin berlari ke hutan, berbelok menuju savana ketika mendengarkan Tiger Mountain Peasant Song atau Ragged Wood dari Fleet Foxes.
Padahal saya sendiri tidak mengerti lagu itu bercerita tentang apa.
Atau tiba-tiba ingin menangis ketika mendengar Roslyn dan Skinny Love milik Bon Iver.
Tiba-tiba mood menjadi ceria kembali ketika mendengar irama-irama yang dibuat Bottlesmoker.

Ada pula satu lirik dari lagu yang sedang sering saya dengarkan akhir-akhir ini.
Lirik dari Solitude is Bliss milik Tame Impala.
there’s a party in my head, and noone is invited. You never come close to how I feel
Lirik tentang kesepian namun disampaikan penuh dengan sinisme.
Dan tak perlu diketahui apa alasannya, saya sangat menyukai bagian lirik ini.

Tetapi, ada juga lagu-lagu yang saking cintanya saya kepada lagu-lagu itu, tidak peduli didengar dalam keadaan mood bagaimanapun, tetap nyaman didengar.
Contohnya Malino dan The Noble Savage milik The Trees and The Wild.
Mau diputar berapa kalipun tidak pernah bosan.

>>

>>

Nah, pasti teman-teman semua pun pasti punya lagu yang secara lirik atau irama memiliki arti tersendiri buat teman-teman, atau mempengaruhi mood, dan mengingatkan kalian kepada teman-teman kalian. Let me know! :)

In a Cave Full of Fleet Foxes

Salah satu yang saya sukai dari musik-musik berirama folk adalah karena musiknya lintas generasi.
Bisa didengarkan bersama siapa pun.
Saya seringkali memutar lagu-lagu Fleet Foxes, Edward Sharpe, City & Colour dan Band of Horses di rumah.
Saya tidak faham jenis-jenis warna musik.
Tapi musik-musik tersebut di telinga saya terdengar kaya unsur folk.
Entah, bagi orang lain musik mereka terdengar seperti apa.
Apapun, kenyataannya, hampir seluruh keluarga saya menyukainya.
Apalagi Fleet Foxes dan Band of Horses.
Saking seringnya saya memutar lagu-lagu mereka, Bapak saya dan Kaka saya jadi ikutan suka.
Padahal musik yang mereka dengarkan selama ini classic slow rock dan lagu-lagu daerah atau lagu-lagu nasional.
Sekarang, di handphone dan music player mereka, sudah pasti ada lagu-lagu Fleet Foxes & Band of Horses.

Menyenangkan, bisa mendengarkan lagu-lagu tersebut bersama orang-orang tercinta.
Mendengarkannya di saat-saat bersama; membakar sate di malam pergantian tahun baru,
membuat barbeque sederhana di belakang ruamh pada hari-hari libur,
minum kopi & teh di sore hari sambil menatap Bandung senja, makan rujak di halaman rumah pada hari libur.
Bahkan menemani pada saat membersihkan halaman, dan membakar sampah di belakang rumah.
Saya juga heran dengan kenyataan bahwa musik bisa se-pengertian itu pada kami.
Ketika ianya meruang, seketika itu mewarnai kebersamaan dan mewarnai cinta.
Ya ALLAH, pinta hamba-MU yang serakah ini, mohon biarkanlah musik tetap seindah ini.

Note; Sudah berpamit dan memohon ridha keluarga, suatu saat jika Fleet Foxes main musik di Indonesia, dengan cara apapun yang mereka ridhai, saya ingin berada disana. Apapun, setidaknya bertemu Fleet Foxes sebelum meninggal. Semoga!

Banyak E(fek) R(umah) K(aca) Di Sana..

Spotted : Paris Van Java Mall Bandung, June 06,2010
Sunday Night, without mobilephone, with ERK, perfect !

Hore…akhirnya ketemu lagi sama Efek Rumah Kaca..
Sudah lama sekali saya memendam rindu (bahasa apa ini ?)
untuk melihat aksi panggung mereka secara langsung lagi…
Padahal mereka udah sering sekali perform di Bandung..
Tapi karena masalah dana, waktu dan kondisi, selalu gagal menonton aksi langsung mereka.. :P
Tapi setelah menikmati 12 lagu yang mereka bawakan tadi malam,
semua ‘rindu’ pun terobati.. :D

Haduh..haduh..udah rahasia umum kan, suara Bang Cholil ‘gila’ banget deh.. keren !
Bang Akbar juga mainnya rapih, apik..
Sayang Bang Adrian ga bisa hadir karna masih dalam pengobatan..
Get better soon boss !

Aaah.. speechless !
Ga bisa saya ceriatin bagaimana rasanya..
Mungkin akan lama sekali kita ga akan liat mereka perform lagi..
Setelah malam ini, mereka akan konsentrasi untuk pengobatan Bang Adrian..
Katanya entah sampai kapan..
Katanya ini gigs terakhir mereka di Bandung, sebelum Bang Adrian sembuh..
Dear GOD, please make him better..
I love their music.. :)

Tubuhmu Membiru, Tragis
Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa
Lagu Kesepian
Di Udara
Jangan Bakar Buku
Banyak Asap Disana
Balerina
Mosi Tidak Percaya
Kenakalan Remaja di Era Informatika
Desember

>>

.. Paris Van Java Mall : ada efek rumah kaca di sana ..

>>

Foto-foto lainnya saya upload di facebook saya.. :)

>>

.. Milta.. Bang Cholil.. Amie..Tamy ..

>>

.. cihuy, Bang Akbar kesukaannya Amie nih ! ..

>>

Ini pertama kalinya saya menulis review gig mereka.. Jadi tulisannya payah sekali :)

Note :
(kata salah seorang temen saya tadi pagi : kalo suka sama band itu,harusnya kamu ikutin perkembangannya, beli cd aslinya, tonton konsernya,bayar tiketnya,jangan nunggu gratisan melulu,baru itu namanya menghargai musik mereka..)

maafkan.. saya ini bukan penggemar Efek Rumah Kaca yang baik yha..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.