Mau lari kemana ? (uang dendanya)..

Tulisan ini mungkin berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya tulisan saya sebelumnya.
Cerita berlanjut ketika saya pulang dari atm Jl. Supratman..
Karena sebelumnya saya berencana untuk menarik uang di atm yang Jl. Ahmad Yani,
jadi, saya pergi ke sana bersama pak piket (Mbah Toyo) tanpa memakai helm.

Setelah keluar dari atm Jl. Ahmad Yani,
dan memutuskan untuk meunuju atm di Jl. Supratman,
saya lupa untuk mengambil helm dulu ke kantor,
yha itu tadi..saya sibuk memikirkan apakah uang saya hilang atau tidak😀

Perjalanan dari jl. Ahmad Yani-Jl. Supratman aman tanpa polisi,
sampai di Jl. Cendana.. waduh ! banyak sekali Mr. Police di sana.
Di situ sepertinya ada sekitar 7 orang yang sedang merazia pengendara sepeda motor..

Bagaimana ini ? saya tidak memakai helm !
Kebingungan kan.. Akhirnya Mbah Toyo membawa saya belok ke Jl. Salam.
Loh.. ternyata di Jl. Salam malah Mr. Police nya lebih banyak..
Mau lari kemana lagi ?
Sudah tidak ada jalan lain lagi..

Akhirnya saya berkumpul bersama yang lain yang diperiksa juga..
Diberhentikan, diajak duduk dan diajak ngobrol panjang lebar sama Mr. Police (membosankan !)..
Ujung-ujungnya tentu saja pilihannya antara sidang atau denda..

Ya sudah saya tanya :

‘memangnya berapa Pak dendanya untuk pelanggaran tidak memakai helm ?’


Mr. Police menjawab :

55 ribu Neng ..!


Hah ? ko beda-beda..?
Beberapa hari yang lalu untuk pelanggaran yang sama teman saya didenda 30 ribu..
Teman saya yang lainnya 75 ribu..50 ribu..60 ribu.. beda-beda deh !
Yang lucunya dari peraturan mereka, kata teman saya denda tilang itu bisa ditawar.
Jadi saya bilang bahwa saya cuma punya uang 20 ribu..
Akhirnya Mr. Police-nya setuju saya kasih 20 ribu.

Saya tidak masalah memberikan 20 ribu rupiah untuk pelanggaran yang saya lakukan,
yang bikin lucu itu..muka si Mr. Policenya itu ketika menerima uang denda..
Aduh ! bener-bener seperti orang yang lagi menerima suap..
Meminta saya untuk sembunyi-sembunyi mengasihkan uang dendanya
(katanya jangan sampai yang lain tau kalo saya cuma kasih 20 ribu.. haha :D)
Padahal matanya penuh nafsu melihat uang 20 ribu..

Tidak ada catatan tertulis yang mereka buat untuk pelaporan
atau untuk membuktikan kalau mereka telah memberikan uang denda dari saya
Saya lihat uang dari saya (dan dari orang lain yang kena tilang juga)
masuk kantong mereka tanpa dicatat terlebih dahulu..

Saya pernah membaca (lupa di koran mana saya membacanya),
Pendapatan polisi lalu lintas dari denda tilang tahun 2009 saja mencapai 100 miliar rupiah..
Larinya kemana pendapatan denda yang terkumpul tersebut ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s