Eat.Pray.Love.

To find the balance you want, this is what you must become. You must keep your feet grounded so firmly on the earth that it’s like you have 4 legs instead of 2. That way, you can stay in the world. But you must stop looking at the world through your head. You must look through your heart, instead. That way, you will know God.
-Ketut Liyer (Eat Pray Love)

>>

.. eat.pray.love ..

>>

 

>>

.. (eat). (pray). (love) ..

 

Tadi malam pergi ke Blitz dan ditraktir menonton film ini bersama seorang teman saya..
Seingat saya, ini sudah hampir bulan ke-6 sejak terakhir saya menonton film di bioskop..😀
Oh iyha, saya menulis ini bukan berarti saya mau mereview film ini yha..
saya sama sekali tidak pandai mereview, sungguh !
Yang mau saya ceritakan adalah, perasaan saya setelah menonton film ini..

Entah, mungkin saya sudah terlalu lama sekali berada di tempat yang sama di Bandung,
dan tidak ber-refreshing ke suatu tempat yang lain..
Jadi, ketika menonton film ini, saya menginginkan punya banyak waktu,uang dan keberanian
untuk mengunjungi tempat-tempat yang ingin saya kunjungi di dunia ini..
Bertemu dengan teman-teman baru dari belahan dunia lain dan saling bercerita..

Oh iyha, saya juga jadi terus menerus memikirkan tokoh David (James Franco) di film itu..
Sekilas mirip dengan Chris Martin.. (ini subjektif, karena ini hanya perasaan saya saja)
Saya juga jadi terus-menerus memikirkan soundtrack dari film ini..
Itu loh, lagu ketika Liz pertama kali bertemu dengan David setelah pemutaran teather,
dan lagu ketika Tulsi menikah.. Itu yang nyanyi siapa yha ?

Eat.Pray.Love, mengingatkan saya tentang pilihan antara kesempatan dan kebebasan..
Tentang keberanian mengambil keputusan dan menerima risiko terburuk apapun..
Tentang menikmati kehancuran hati dan bangkit kembali setelahnya..
Karena bagaimanapun hancurnya hatimu, melangkahlah..
Dan kamu akan terlahir menjadi seseorang yang baru..cepat atau lambat..
Bukankah tidak ada yang kekal di bumi ?
Tidak juga tentang cinta, begitu juga penderitaan..
(ampun, anda meracau Milta ! )

>>

.. proscuitto (eat), Hindi sweet balls (pray), cherry (love) ..

 

source
>>

Eat (Italy) : who doesn’t love Italian food ?
Pizza dan pasta.. Hampir si seluruh negara di dunia ini menjual makanan tersebut..
Dan juga ke-gila-an mereka pada sepakbola.. menonton bersama dan bersulang..
Makanan, berkumpul dengan teman-teman baru, dan bersulang..
Bukankah itu perpaduan yang bagus untuk membunuh waktu melewati kehancuran ?

>>

.. Italy : beers and diner ..

>>

>>

.. Italy : pizza of course (though I don't really like pizza) ..

 

>>

Pray (India) : yoga dan meditasi..
Bahwa meditasi bukanlah sekedar sebuah olahraga..
It’s gestures, passion, peace and balance..
Not too much God – not too much selfishness..
Memangnya seberapa dekat yang anda inginkan untuk bersama dengan TUHAN anda ?
God dwells within you, as you..
(ini meracaunya tambah parah..)

>>

.. India : pray and balance ..

 

>>

Love (Bali) : saya tidak mengerti kenapa film ini membuat akhir tentang tokoh utama
yang akhirnya menemukan kembali cintanya di Bali..
Bagaimanapun saya bangga Indonesia memiliki Bali..
Tapi di mata saya, Bali tidak pernah menjadi tempat yang “seindah” itu..
Entah, karena saya yakin kesan setiap orang terhadap Bali berbeda-beda..

>>

.. Bali : for some people, it is love ..

>>

Eat Pray Love, membawa saya untuk membayangkan 3 tempat pilihan yang ingin saya kunjungi bersama mereka, keluarga saya..
Oke, agar tidak terlalu berlebihan, saya membatasi hanya di negara sendiri saja..
Saya akan memilih untuk Yogyakarta (Eat), Aceh (Pray), dan Malino (Love)..

Eat (Italy) Pray (India) Love (Bali), bukan jenis film yang saya suka..
Tapi saya tidak akan menolak untuk menonton film ini kedua kalinya..
Oh iyha, saya juga beruntung, karena ketika saya meikmati setiap scene pada “pray (India)”,
saya tidak teringat sama sekali dengan Shah Rukh Khan, Raam Punjabi dan Shireen Sungkar..

Selamat hari Jumat.. besok Sabtu saya mau buat spaghetti..🙂

#pictures taken from here

5 thoughts on “Eat.Pray.Love.

  1. “Tapi di mata saya, Bali tidak pernah menjadi tempat yang “seindah” itu..”

    oh really? ever been to Bali?
    a lot of people know bali just from a few spot, but actually it has a lot of dazzling places that worth to visit..

    you should try to explore “more” Bali sometimes..🙂

  2. Yes I’ve been to Bali.. twice.. for a school vacation and a college vacation..
    But I don’t think Bali as beautiful as ‘they’ said..

    like I said, it’s subjective !
    when people think it’s beautiful, I don’t think that way..
    I don’t know, I don’t really like the heat, the crowded, even it’s beaches..

    And for me, a good place for refreshing is somewhere in villages surrounds by the trees,
    with a fresh air, with kicauan burung (how to say it in English ? :D) you know, like a place named Malino..

    btw, seems like you really love Bali sister..🙂

    #oot
    I love the way when you talking to me using English..
    I learn so much from you..

  3. Bali is not about Kuta – Denpasar or Sanur only, my girl…

    Perhaps you should explore Bali villages, mountains, or even the wildlife conservation forest.. (oh yes, there are some), and also some beaches which is not very popular but very beautiful, it’s not very crowded either, unlike Kuta beach.

    And I prefer Bali rather than Phuket (Thailand) though…

  4. Jangan terlalu cepat menjudge Bali seperti itu sistah… masih banyak tempat2 di bali yang tersembunyi dan belum tereksplore… Jika hanya sekedar study tour seperti itu tentu belum puas rasanya melihat keindahan bali yang tersembunyi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s