ERK : Berelegi di Bulan Desember

Ini adalah cerita tentang kali kesekian saya menonton langsung
penampilan dari band band (saya tidak ingin menyebut sebuah genre) favorit saya Efek Rumah Kaca..
Saya bersyukur karena ada beberapa acara yang mengundang mereka untuk ke Bandung di akhir tahun ini..
Sejak pagi hari kemarin, saya sudah berbunga-bunga, bergembira, dan cerah ceria,
karena malam harinya akan bertemu mereka..
Selalu seperti syndrom yang terjadi beberapa jam sebelum bertemu mereka😀

Sepulang kerja, tanpa mandi dan hanya sempat ganti baju, dijemput teman, di antara hujan,
akhirnya kami sampai juga di New Majestic Braga.
Di parkiran bertemu Bang Hans (guitarist dari C’mon Lennon, keyboardist The Upstairs)
dan additional bassis dari Efek Rumah Kaca, jadinya kami bisa masuk venue tanpa tiket..
Lagipula sepertinya tidak ada penjual tiket disana
hanya ada security yang menjaga pintu masuk, tanpa menanyakan tiket kepada kami..
Kata Bang Hans, Bang Adrian ikut tampil, jadinya seketika saya langsung bersorak riang dan memalukan..

Penontonnya sepertinya lebih banyak yang lebih dewasa daripada kami (ehem !)
Sejauh mata memandang, sepertinya tidak ada yang <20.. hehehe..
Kata Amie, ini lebih mengasyikkan ! (Menurut saya juga)
5 menit setelah sampai di venue, ternyata mereka sudah siap-siap untuk perform..
Yang agak mengganggu menurut saya karena stagenya sejajar dengan kami,
Untuk menyimak mereka itu, menurut saya lebih nyaman sambil duduk..
Sedangkan venue disana sehabis hujan, tidak memungkinkan kami untuk duduk..

Saya tidak melihat ada setlist disana..
Jadi selama perform itu (13 lagu), setiap lagu ditentukan on stage..
Kalau tidak salah urutannya seperti ini :

Kamar Gelap
Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa
Melankolia
Efek Rumah Kaca
Hilang
Banyak Asap Disana
Balerina
Di Udara
Lagu Kesepian
Belanja Terus Sampai Mati
Kenakalan Remaja di Era Informatika
Desember

Saya tidak akan menceritakan emosi yang mengalir di diri saya pada setiap lagunya..
Saya ini tidak pandai me-review, sungguh !
Lagipula di luar sana, sudah banyak sekali yang sudah me-review setiap lagu mereka..
Bagian paling saya sukai tentu saja ketika mereka membawa saya Menuju Ruang Hampa..
Mungkin bagi saya, untuk hal sejenis inilah kata “sialan” itu diciptakan manusia..
Juga pada HILANG..
Mr. Adrian, Anda adalah orang yang membuat saya rela menyembah dan menyerah..
(kata-kata saya di atas terinspirasi dari tulisan Iga Massardi)

Di mata saya, tidak ada cela setitik pun..
Bagi saya, mereka selalu memukau sempurna, lantas kau mau apa ?

>>

>>

>>

.. The Almighty Adrian Yunan Faisal ..

>>

Pada akhirnya, mereka sampai pada lagu terakhir, walaupun kami tidak rela..
Menonton mereka di depan mata berapa kalipun rasanya memang tidak akan pernah puas..

Saya selalu senang, karena dibalik sinar lampu panggung dan riuh tepuk tangan,
di luar itu mereka adalah pribadi-pribadi yang ramah dan bersahabat..
Selalu banyak perbincangan diantara kami..
Dan saya merasa diberkati atas hal itu..
Ck.. sungguh, saya bingung harus menceritakan apa lagi tentang semalam..
Bagian akhirnya, tentu saja ini :

>>

>>

Saya juga tidak terlalu banyak memotret..
Tidak nyaman memang memotret sambil menikmati aksi mereka bersamaan..
Lagipula di depan saya sudah berjejer sederet fotografer handal
dengan seperangkat gear yang super, sedangkan saya hanya membawa kamera pocket😛
Hasil jepretan saya terkumpul di halaman facebook saya..
Feel free to taggin yourself, asal jangan dicuri..🙂

Selamat hari Sabtu, semoga anda semua diberkati ALLAH..amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s