ERK : Adalah Sebuah Warna-Warna Mempesona

Sore hari Bandung ramah sekali, hujan tidak marah..
Akhirnya saya berada di tempat mereka akan berada..
Di luar dugaan, ketika sampai disana, hujan gerimis menyambut kami..
Tapi gerimis itu tidak mengurungkan kami dan mereka untuk menunggu mereka,
dengan penuh bangga, mari kita sebut mereka Efek Rumah Kaca..

Saya menonton bersama satu teman saya..
Beberapa teman yang berjanji untuk menonton, di menit-menit akhir menyatakan bahwa mereka tidak bisa datang..
Rasanya sedih juga mendengar alasan-alasan mereka tidak bisa menonton..
Ada yang sakit, ada yang rumahnya jauh, dan ada yang sedang berkonsentrasi untuk sebuah presentasi..
Akhir-akhir ini selalu menonton ‘mEReKa’ dengan mereka,
jadinya menonton tanpa mereka rasanya aneh..
Padahal dulu sebelum mengenal mereka, saya terbiasa menonton pertunjukan musik sendirian..

skip

Venue sudah penuh sekali, dan beberapa band sebelum mereka sedang tampil menghibur..
Sambil menunggu ERK tampil, saya dan teman saya menonton pertandingan sepak bola INA vs PHI..
Selamat atas kemenangan kita semua dan Menjadi Indonesia..
2 menit setelah tepuk tangan selesai pertandingan, riuh tepuk tangan di depan panggung terdengar pula..
Ini waktunya untuk mereka bersuara..
Kami selangkah-demi selangkah menuju ke barisan depan, gerimis reda, dan saya siap disiksa..

>>

 

.. set list ..

>>

Saya tidak mengerti kenapa jumlah, urutan dan judul lagu ternyata tidak sesuai dengan setlist mereka..
Ini urutan yang saya dengar di sana (dan mereka hanya membawakan 6 lagu) :

Menjadi Indonesia
Hujan Jangan Marah
Hilang
Di Udara
Sebelah Mata
Desember

Satu cewe di sebelah saya suaranya hampir mengalahkan suara pengeras suara yang ada,
ketika mengikuti lirik lagu mereka..
Yang patut diacungi jempol adalah bahwa dia hafal semua lirik lagu mereka tanpa cela..
teman di sebelahnya lebih patut diacungi jempol lagi,
karena menawarkan sendalnya untuk saya duduki,
dan akhirnya kami bersimpuh dan bernyanyi bersama😀

Sedangkan cewe di belakang saya,
terus menerus menanyakan apakah judul dari lagu yang sedang dibawakan
(waktu itu mereka sedang membawakan HILANG)
diikuti pertanyaan dimana bisa men-downloadnya..

skip

Beberapa jam yang lalu mereka masih berada di depan saya..
Merayu, menjerat, menghentak, dan menghempaskan tanpa ampun..
Apa yang harus saya lakukan kali ini ?
Mereka menamparkan HILANG untuk kesekian kalinya di depan muka saya..

Dedy Hamdun HILANG Mei 1997
Ismail HILANG Mei 1997
Hermawan Hendrawan HILANG Maret 1998
Hendra Hambali HILANG Mei 1998
M Yusuf HILANG Mei 1997
Nova Al Katiri HILANG Mei 1997
Petrus Bima Anugrah HILANG Maret 1998
Sony HILANG April 1997
Suyat HILANG Februari 1998
Ucok Munandar Siahaan HILANG Mei 1998
Yadin Muhidin HILANG Mei 1998
Yani Afri HILANG April 1997
Wiji Tukul HILANG Mei 1998
HILANG !

Saya terdiam, bersimpuh, menyerah dan menyembah..

>>

 

.. they're on stage ..

>>

Bagian lainnya yang saya sukai adalah Sebelah Mata..
Lagu ini selalu menjadi alasan mengapa saya selalu rela menghabiskan beberapa jam dalam hidup saya untuk mereka..
Lagu yang selalu membuat saya merindukan Adrian Yunan Faisal
dan cara ia memandang kami dengan Sebelah Mata-nya..

Sebelah mataku yang mampu melihat
Bercak adalah sebuah warna-warna mempesona
Membaur suara, dibawanya kegetiran
Begitu asing terdengar
Sebelah Mata

Saya tidak mendengar Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa disana..
Sepertinya mereka sedang berbaik hati dan tidak ingin menyiksa saya lebih jauh😀

>>

 

.. when a single photo is never enough ..

>>

Diakhiri Desember, sebuah lagu yang di telinga saya terdengar sebagai ‘tentang kesetiaan’..

Sampai nanti ketika hujan tak lagi meneteskan duka..
Menetas luka..
Sampai hujan memulihkan luka..
Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember..
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda..
Desember

Ini mungkin akan menjadi lagu terakhir mereka di 2010 di Bandung..
Rasanya singkat sekali, dan kami tidak puas..
Hampir seluruh suara di depan mereka meneriakkan ‘we want more’..
Walau bagaimanapun mereka harus selesai kali ini..

Beberapa jam yang lalu, mereka masih berada di dekat saya..
Saya ini bukan penyimak yang sombong, yang beberapa kali berbincang dengan mereka,
lalu kali ini harus pulang begitu saja..
Saya rela menunggu mereka, demi beberapa patah kata sapaan..
Bertanya kabar, menyampaikan salam, dan berterima kasih..
Oh iyha, saya tidak mengambil waktu untuk foto bersama..
Kali ini saya sedang berbaik hati untuk tidak membuat kalian semua menaruh iri kesekian kalinya..
Alibi lainnya, karena memang waktu percakapan kami cuma beberapa menit..
Lagipula mereka pasti bosan, kami ajak berfoto terus-menerus !😀

Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Efek Rumah Kaca..
Untuk selalu membuat dan memberikan yang terbaik..
Untuk semua keramahan dan pertemanan..
Untuk selalu mengalihkan saya dari penat..
Untuk tetap menjadi kalian, Efek Rumah Kaca..

Terima kasih, assalamualaikum dan selamat hari Senin, Jangan Bakar Buku yha ..

#location : Union Square, Ciwalk Bandung
#photos by : me, with a pocket camera !😀
#go to here for more photos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s