55 Hours, 559 KM [Part 1]

Di satu jam sebelum keberangkatan, akhirnya saya memutuskan setuju dengan ajakan kaka saya
untuk bergabung dengannya dan teman-temannya berlibur ke Pangandaran.
Ya, rencana awal memang kami hanya akan pergi kesana..
Seumur hidup saya, rasanya bisa dihitung dengan jari berapa kali saya berlibur.
Saya tidak terlalu punya banyak teman, waktu, dan uang untuk berlibur..
Dan ini pertama kalinya saya mengunjungi pantai bernama Pangandaran..

Packing.. adalah salah satu bagian yang paling tidak saya sukai dalam memulai perjalanan..
Kita berencana hanya akan berlibur 2 hari 1 malam,
jadi sepertinya 1 baju cadangan cukup..
Semua hal kami persiapkan hanya untuk 2 hari 1 malam..
Kami berencana mengendarai sepeda motor.

Kami berangkat ber 6 : kakak saya Ali, Budi, Milta, Rahmat, Rifky, Vera.
Mereka adalah teman sekolah kakak saya sewaktu SMA.
Budi dan Rifky adalah 2 diantara beberapa teman yang pertama kali saya kenal ketika mengunjungi Bandung.
Kami jarang bertemu dan berkomunikasi, tapi ketika bertemu dan berkumpul,
mereka adalah salah satu alasan kenapa saya bisa tertawa lepas,
selalu menghibur dan mengalihkan dari kesedihan,
walaupun saya jarang sekali bercerita dengan mereka.
Ya, teman seperti itulah mereka bagi saya..
2 lainnya baru saya kenal hari itu, walaupun sudah sering mendengar namanya..
Menyenangkan rasanya memiliki teman baru yang langsung akrab..

>>

>>

Berangkat jam 09.30 dari rumah Rifky, dan langsung menuju Pangandaran..
Perjalanan kami buat sesantai mungkin..
Diselingi beberapa menit untuk Shalat Jumat, mengisi bahan bakar, dan istirahat..
Liburan kami kali ini bertepatan dengan perayaan tahun baru,
Saya membayangkan akses menuju Pangandaran akan macet sekali..
Ternyata ketika kami di perjalanan, tidak menemukan kemacetan dan hambatan yang berarti..
Entah, mungkin karena masih belum terlalu sore ketika kami sampai kesana..

>>

>>

>>

>>

Sampai di Pantai Pangandaran sekitar jam 3 sore..
Kami memasang tikar dan beristirahat..
Ini pantai ramai sekali, saya fikir..
Pastinya karena banyak sekali yang akan merayakan malam pergantian tahun disana..
Kami mengharapkan akan melihat matahari tenggelam (ok, bahasa Inggrisny sunset) disana..
Tapi kami tidak beruntung untuk dapat melihatnya.
Pangandaran bukan Pantai yang bersih menurut saya, sampah dimana-mana..
Tempat parkir yang penuh dan tidak teratur, dan terlalu ramai disana..
Lihat saja ini.. hehehe

>>

>>

Tapi saya menikmatinya, tentu saja berkat keberadaan mereka..

>>

>>

>>

Malam mulai mendekat, Pantai Pangandaran sudah penuh sekali oleh pengunjung..
Ini sudah tidak terlihat seperti pantai lagi…
Jalan raya di sisi pantai sudah mulai macet dan ramai sekali..
Kami berkeliling tanpa alas kaki untuk mencari makan malam..
Ternyata restoran di sekitar sana, mahalnya minta ampun..
Akhirnya kami memasang tikar di pinggir jalan raya,
dan makan malam di sebuah pedagang bergerobak..
Bagi saya ini lebih menyenangkan, apalagi penjualnya ramah dan makanannya bersih..

>>

>>

Lalu kami kami kembali bermain pasir, air, ombak dan saling bercerita disana..
Saya selalu lupa membawa jaket bila berpergian, ini payah !
Udara mulai dingin, dan saya kedinginan..
Akhirnya ketika yang lain berkeliling pantai, saya ditunggui Rahmat beristirahat.
Untungnya keadaan disana gelap, jadi tidak ada yang memperhatikan keberadaan kami..

Beberapa saat kemudian, banyak yang sudah memasang kembang api dan meniup terompet.
Padahal pergantian tahun masih sekitar 2 jam kemudian.
Kami mengisinya dengan bercerita, makan-makan,
dan tentu saja mereka lagi-lagi membuat saya tertawa lebar dengan candaan di antara kami.

Kami tidak pernah merencanakan ini sebagi liburan perayaan tahun baru..
Rencana pun kami buat tiba-tiba, hanya karena kebetulan kami sedang ada waktu bersama..
Dan adanya pesta kembang api di sekitar kami, rasanya itu sebagai bonus atas liburan kami..
Sinar kembang api dan bunyi terompet adalah salah satu hal yang saya sukai di dalam malam pergantian tahun..
Tapi rasanya kali ini jauh lebih menyenangkan karena saya menikmatinya benar-benar di alam bebas.
Kami terlentang di atas pantai, di bawah langit dan di bawah ratusan sinar kembang api.
Ini adalah sebuah nikmat, terima kasih kepada DIA yang MAHA BESAR.

>>

>>

>>

>>

Bahkan ada yang menyalakan kembang api selama lebih dari tiga jam tanpa berhenti.
Entah berapa ratus juta yang mereka habiskan untuk kehindahan itu..
Saya agak kesulitan untuk mengambir gambar dari ratusan nyala kembang api itu.
Kamera yang saya gunakan hanya kamera pocket..
Padahal saya ingin berbagi keindahan itu bersama anda juga..
Akhirnya setelah beberapa gambar yang tidak terlalu bagus, saya menyerah.
Lagi pula menikmati ratusan kembang api langsung di depan mata saya itu lebih menyenangkan..

Setelah sekitar 2 jam terlentang di pantai,
mendekati jam 5 pagi, kami beranjak ke mesjid untuk shalat Shubuh
dan kembali ke pantai menikmati pagi disana..
Pantai ini ramai sekali, dan sampah sisa semalam semakin banyak.
Ombak Pantai Pangandaran di pagi hari sangat bersahaja..
Udara terasa dingin, dan kami tidak berani mendekati..
Kami beranjak mencari sarapan,
tentu saja sebelumnya kami memastikan bahwa kami tidak meninggalkan sampah disana.
Kami pengunjung yang baik bukan ?

>>

>>

>>

Setelah melalui beberapa pertimbangan, pilah-pilih, lihat-lihat (kantong)
Akhirnya tempat kami memilih sarapan adalah sebuah warung bilik
berjarak sekitar 200 meter dari tempat kami sebelumnya.
Pemandangan dari warung tersebut indah sekali..

>>

>>
Sayangnya, kami semua kecewa dengan makanan disana..
Salah satu pengalaman pergi ke suatu tempat baru adalah kita belum mengenal keseluruhan bagiannya,
Termasuk makanannya..
Lagi-lagi candaan di antara kami menyelamatkannya..
Yha, inilah liburan..
>>

>>

To be continued..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s