Another Side of Me

Penat..
Alirkan rasa..
Silahkan sebut saya pengecut karena mengalihkannya kepada mereka.

>>

>>

Sore kemarin, pernyataan dan pertanyaan yang sama kembali muncul dari Ibu saya.
Dengan penuh kelembutan (di telinga saya terdengar sebagai peringatan sarat akan sangsi dan sanksi).
“mau sampe kapan nonton musik terus ? bukan masalah ERKnya, tapi ini sudah 2011”
“ kamu udah harus mulai banyak belajar, berfikir tentang nikah dan rumah tangga.”

Pada akhirnya saya tetap pergi ke acara tersebut.
Dengan muka merah penuh dosa, dan hanya mampu menjawab :
“Ma, udah buru-buru ini, nanti Milta beliin roti tawar pulangnya..”
Mencium tangannya. dan pergi menucapkan salam.
Per berapa menit kemudian, sebuah pesan muncul di telepon seluler saya.
“aktivin terus hpnya, kabarin kalo ada apa-apa, dan hati-hati”

Saya ini bukan anak perempuannya yang baik baginya.
Saya merasanya seperti itu.
Kami adalah 2 perempuan yang dekat satu sama lain.
Sangat dekat, dan saya memiliki banyak dari sifat & karakter yang dia punya.
Tapi tentang gigs, sejauh ini kami belum pernah bertemu kesamaan pandangan.

Bagi saya, gigs itu sebuah hobby.
Sama saja seperti orang lain yang memiliki hobby jalan-jalan, berbelanja, atau sepakbola.
Saya merasa kedewasaan tidak bisa dinilai dari hobby.
Ketika di usia sekarang saya masih menonton gigs, saya berfikir bukan berarti saya tidak dewasa.
Apalagi yang saya tonton adalah band dewasa dan legenda, Efek Rumah Kaca.
Bagi saya, kedewasaan adalah tanggung jawab.
Bagaimana saya mampu memenuhi semua kewajiban yang menjadi tanggung jawab saya.
Selama hobby dan tanggung jawab itu tidak saling mengganggu, harusnya tidak ada masalah.
Lagipula, gigs itu hanya mengambil beberapa jam dari waktu saya.
Bagian paling besarnya saya adalah anak rumahan yang melakukan pekerjaan anak perempuan lain seusia saya pada umumnya.

Tetapi, pengecutnya saya, saya tidak mampu mengutarakan itu di depan orang tua saya.
Saya selalu tidak pernah pandai dalam mengingatkan dan meyakinkan mereka
bahwa saya ini sebelum ini tidak pernah membuat masalah yang ditimbulkan karena menonton gigs.

Pembelaan saya kali ini sepertinya akan terancam.
Tadi malam, saya membuat mereka marah untuk pertama kalinya tentang hal ini.
Tentang pulang (dari menonton ERK) yang tidak tepat waktu seperti yang saya janjikan.
Pagi ini sebenarnya berjalan seperti normalnya,
kami pergi ke pasar dan memasak bersama.
Bedanya saya jadi tidak berani memandang wajah mereka.
Sejauh ini saya belum menjelaskannya kepada mereka.
Masalah utamanya karena benar-benar malu harus bagaimana memulai menjelaskannya.
Semoga segera menemukan akhir yang bagus dari semua ini.

Good morning Mom, Dad.. coffee, tea, or me ?🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s