Ruang Baca Kota Bandung

Barusaja membaca milis di kantor dan menemukan info ini.
Melihat dari daftar, ternyata baru satu toko yang benar-benar pernah saya masuki, yaitu Kineruku.
Sepertinya akhir minggu ini akan dicoba ke salah satu yang lainnya.
Kebetulan akhir minggu ini ada teman saya dari luar kota yang akan berkunjung ke Bandung.
Sepertinya akan asik kalau kami membaca di salah satu toko buku tersebut.🙂

1. Toko Buku Djawa

Toko Buku Djawa ini menjadi toko buku tertua di kota Bandung yang masih aktif sampai saat ini. Memulai bisnisnya pada tahun 1955, toko yang terletak di jalan Braga ini mempunyai koleksi buku yang beragam dan pula sebagian besar merupakan koleksi lama. Ny. Tjoe, pemilik toko ini mempertahankan desain interior dan eksterior dari dulu sampai saat ini. Beberapa alat tulis dan cenderamata pun dijual di toko ini, tidak melulu buku saja. Tempat yang strategis karena jalan Braga sendiri dijadikan salah satu landmark kota bandung, membuat toko buku ini tetap bertahan walaupun banyak toko buku yang lebih besar yang bermunculan. Ruangannya tidak begitu besar, luasnya hanya 200 meter persegi, dengan kaca besar di depan untuk menarik perhatian dengan menampilkan beberapa buku dan cenderamata pilihan sang pemilik toko.

>>

>>

Tak sulit mencari toko ini, tulisan besar “Toko Buku Djawa” pada kaca depan toko tersebut. Sering dijadikan objek foto karena memiliki nilai sejarah ataupun estetik yang tinggi, bahkan stasiun TV pun pernah membuat spot toko buku ini menjadi teasernya.

2. Bale Pustaka dan Rumah Buku/Kineruku

Merupakan perpustakaan yang menyediakan ruangan yang nyaman dengan dilengkapi ruangan audio-visual. Perpustakaan ini satu komplek dengan pasrotal keuskupan di jalan Jawa. Memiliki lebih dari 9000 buku dari disiplin ilmu dan 300 koleksi film. Perpustakaan ini sangatlah memanjakan para pengunjungnya, selain koleksi yang cukup banyak dan fasilitas yang cukup membantu untuk bekerja, ruangan ini pun dilengkapi pendingin ruangan yang membuat para pengunjungnya merasa lebih nyaman. Bale Pustaka memperbolehkan para pengunjungnya untuk meminjam buku untuk maksimal 2 minggu peminjaman, setelah mendaftarkan diri menjadi anggota. Fasilitas ruang audio visual pun menunjang kegiatan para pengunjung yang ingin membahas berbagai judul film koleksi perpustakaan ini. Perpustakaan ini beroperasi senin-jumat jam 09.00-16.00 dan pada hari Sabtu hanya sampai jam 12.00.

>>

>>

Rumah buku, yang kini bernama Kineruku, mulai dikelola pada tahun 2003. Lokasinya ada di jalan Hegarmanah, di sebuah rumah yang teduh dan nyaman. Rumah buku menawarkan peminjaman buku dari genre sastra, sosiologi/budaya, sejarah, arsitektur, seni, desain, filsafat, dan buku anak. Tidak hanya buku, tapi mereka mempunyai koleksi lebih dari 1000 cd music/vinyl dan 1000 judul film yang bisa diputar di ruang audio-visual. Beroperasi dari Senin sampai dengan hari Sabtu dari jam 10 pagi sampai dengan jam 8 malam.

3. TB Hendra, Pitimoss dan Zoe Comic Corner

TB Hendra, Pitimoss dan Zoe Corner adalah tempat penyewaan buku, komik dan majalah yang cukup terkenal di kota Bandung. Diantara 3 tempat penyewaan buku tersebut, TB Hendra lah yang mempunyai usia lebih tua sebagai tempat penyewaan buku. Dikelola dari tahun 1967, tempat penyewaan ini mempunyai jumlah lebih dari 5000 anggota. Bertempat di jalan Sabang, TB Hendra menawarkan peminjaman komik, buku, novel dan majalah dari berbagai genre.

>>

>>

Kemudian mengiringi kesuksesan TB Hendra bermunculan-lah tempat penyewaan buku lainnya seprti Pitimos dan Zoe Comic Corner. Terletak di jalan Banda, Pitimoss dikelola dari tahun 2003 diberi nama Pitimoss yang artinya 5 rupiah dalam bahasa Minang (pecahan terkecil dari sejarah mata uang Rupiah). Menurut pemiliknya, sesuatu yang kecil (pitimoss)itu bila dikumpulkan akan menjadi sesuatu yang besar. Menawarkan keanggotaan yang diikat dengan penawaran point reward dan sistem komputerisasi membuat Pitimoss menjadi pilihan baru untuk beberapa orang. Kemudia ada Zoe Comic Corner yang menawarkan kenyamanan membaca di ruang yang sejuk. Terletak di jalan Pager Gunung, Zoe Comic Corner bisa dibilang tempat yang nyaman untuk mereka yang ingin meluangkan waktu untuk membaca buku sambil beristirahat menikmati cemilan-cemilan ringan yang dijual di sekitar tempat ini.

4. Ultimus dan Tobucil & Klabs

Seiring banyaknya toko buku besar yang berdatangan ke Bandung, ada beberapa anak muda yang membuat toko buku alternatif. Cara mengikat pelanggannya adalah menawarkan harga buku yang lebih murah dari toko buku lainnya. Ultimus dan Tobucil adalah dua contoh dari toko buku alternative ini. Tak hanya diskon, tapi mereka menyediakan ruang untuk melakukan kegiatan literasi, seperti misalnya bedah buku, klab hobi, dan diskusi.

>>

>>

Ultimus yang melabeli toko bukunya sebagai pusat buku humaniora kerap sekali mengadakan diskusi dan bedah buku yang lebih fokus pada humaniora. Bertempat di jalan Lengkong Besar, Ultimus dikelola dari tahun 2004. Sedangkan Tobucil & Klabs, yang memulai langkahnya dari tahun 2001, menyediakan ruang untuk para jiwa kreatif yang indgin mengaktualisasikan diri, tidak hanya klab hobi yang ada di tempat ini tapi juga forum diskusi bahkan workshop tentang penulisan. Tobucil & Klabs bertempat di jalan Aceh.

5. Omuniuum dan Reading Lights

Sebagian orang memilih untuk membeli buku bekas untuk melengkapi koleksi bukunya. Di Bandung, ada dua toko buku bekas yang bisa anda kunjungi. Omuniuum yang hadir pertama dengan menggabungkan rak buku dengan koleksi yang menarik dengan beberapa kaos dan aksesoris bernuansa rock music. Bertempat di Ciumbuleuit, Omuniuum makin bertambahnya umur Omuniuum melebarkan sayap dengan menjual CD music dari local rock band dan perlengkapan musisi rock seperti sepatu boots, topi dan tentunya kaos . Tak perlu ragu untuk berkunjung pertama kali ke sana, pengelola Omuniuum akan menemani anda menemukan koleksi apa yang anda cari.

>>

>>

Kemudian ada Reading Lights, toko buku bekas , yang berlokasi di jalan Siliwangi, memadukan koleksi buku berbagai genre dengan kopi dan teh. Tak hanya memanjakan pengunjung dengan koleksi bukunya, tapi juga dengan light meals dan kopi/teh. Tak hanya menjual buku tapi mereka pun bisa membeli buku anda. Ruang untuk komunitas pun disediakan oleh Reading Lights,misalnya ada Writing Circle menjadikanalah satu ruangan menjadi tempat mereka setiap minggunya.

Sumber: Dari berbagai sumber, uniknya.com, September 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s