Menyambung Tali Silaturahmi

Pagi-pagi ini mendengar Bapak menelepon seorang temannya yang sudah lama tidak berkomunikasi sesama mereka.
Kata Bapak, beliau baru saja mendapat nomor telepon temannya yang sudah lama hilang kontak tersebut.
Bapak, kalau sudah bertemu teman lama, pasti ngobrolnya lama, suaranya keras penuh semangat, bahkan di telepon sekalipun.
Bapak bilang, memperbanyak dan menyambung silaturahmi itu bisa mengurangi kesedihan kita,
mengurangi kegundahan, menambah rizki, memudahkan dikabulkan doa, dan tentu menambah teman.
Kata Bapak, jangan pernah takut, memulai silaturahmi dan persaudaraan.
(Sering sekali saya lihat, Bapak memulai pembicaraan dengan orang yang ditemuinya di jalan)
Bahkan sama orang yang pernah menjadi musuh sekalipun. ALLAH itu mampu membalik-balikkan hati manusia.
Kenapa harus takut memulai silaturahmi ? Kata Bapak selanjutnya.

Apa yang Bapak bilang, terngiang-ngiang di telinga saya.
Sampai pagi ini, di angkot menuju kantor, saya terus-terusan mengingat satu kata itu.
Saya juga jadi teringat Ust. Jalal, salah satu sebab orang tidak diterima ibadahnya pada Malam Laylatul Qadar adalah, orang yang memutuskan tali silaturahmi.
Mengerikan juga yha..
Sedihnya, entah berapa banyak saudara/teman yang tanpa sadar saya telah memutuskan tali silaturahmi dengan mereka.
Pagi ini, saya mencoba berdamai dengan diri saya sendiri.
Dalam hati, saya berniat untuk memulai silaturrahmi yang pernah terputus dengan banyak orang.
Berlebihan tidak yha kalau saya mencoba membuat tantangan untuk diri saya sendiri,
untuk memulai menyambung/memulai silaturahmi minimal dengan minimal satu orang perhari ?
Semoga tidak berlebihan..
Kata Bapak tadi, yang penting dimulai dulu, ALLAH yang menunjukkan jalannya.

Akhirnya hari ini memulai dengan mengirim pesan kepada seorang guru saya di Madrasah Tsanawiyah dulu.
Namanya Pak Sahnudin.
Beliau kaget, ketika saya tiba-tiba mengirim pesan kepadanya, karena sudah hampir 10 tahun kami tidak bertemu.
Senang, mengetahui bahwa beliau masih sehat dan ternyata beliau masih mengajar di sekolah kami itu.
Semoga ALLAH tetap menyambungkan tali persaudaraan kami.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s