Kabar Dari Bapak di Sumatera Utara

Tenang mendengar pesawat Garuda yang ditumpangi Bapak akhirnya landing dengan selamat.
Kata Bapak tadi, ketika landing, gesekann pesawat ke tanah terasa kuat sekali.
Pesawat berguncang, hampir seluruh penumpang berteriak.
Bapak ketakutan, dan terus beristigfar. 2 menit kemudian, keadaan kembali tenang.
Bapak saya, sambil terus beristighfar (pasti Bapak panik sekali), membereskan barang-barang bawaan,
bergegas turun dari pesawat, dan sesegera mungkin mencari tempat untuk beristirahat.

2 Jam kemudian beliau baru menelepon kami. Sebelumnya hanya mampu mengirim pesan.
Bapak bilang, ketika menelepon, Bapak sedang minum kopi di area sekitar bandara Polonia. Sudah agak tenang.
Saya menangis diujung telepon. Membayangkan, betapa paniknya Bapak.
Betapa beratnya barang yang dibawanya.
Betapa lambatnya jalan Bapak, karena berat barang-barang tersebut.
Seandainya kami ada disana.

Kata Bapak setelah itu, beliau akan menempuh perjalanan 9 jam lagi menuju Asahan (atau apa) ?
48 jam sepersekian setelah itu. Bapak sedang berada di tempat barunya.
Menurut Bapak, keadaannya sehat. Tidak ada kabardemam.
“Mil, sinyal Indosat tdk ada di lokasi tempat Bpk tinggal, untuk menghub ke Simpati Bapak” katanya.
Semoga tempatnya hangat dan nyaman.
Semoga selalu dalam lindungan dan berkat ALLAH Sebaik-baik Pemelihara.
I love you. I love you. I love you.

Quote of the day :

Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi
Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati
(Melankolia – Efek Rumah Kaca)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s