Marahnya Senyala Api. Di Depan Istana Dia Berdiri.

Bit late, but still news..

Entah setuju atau tidak,
apa yang telah dilakukan Sondang Hutagalung (Rest In Peace)
jauh sekali dari ketololan, frustasi, apalagi narsisisme.
Dia bukannya ingin mereka simpati, dia ingin mereka peduli.
Dia sudah memilih. Kematian sudah dipilihnya, baginya lebih baik daripada terhina.

Belakangan, di sela-sela gaung solidaritas dan kenangan akan Sondang,
beberapa mentertawakan aksinya, skeptis, sinis terhadap apa yang dia lakukan.
Sebegitu piciknyakah kita ? Bukankah kita seharusnya malu ?
Secara kasat mata satu nyawa melawan, meminta revolusi.
Mengapa masih terlalu bodoh untuk menjadikannya sia-sia?!
Mengapa tidak dimulai dari sekarang ?

»

»

Teriring doa untuk kepergian Sondang Hutagalung.

Kehidupan ada pada kematian yang mengalahkan, kematian ada pada kehidupan yang dikalahkan”.
(Pantang Hina – Imam Husein).

#picture

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s