Menembus Kabut

Pagi-pagi jam 6, saya sudah siap sekali berangkat ke kantor.
Udara di sekitar rumah masih dingin.
Dan tentu saja kabut.
Di sekitar rumah saya (baca : pegunungan, hutan, atau apapun as you wish)
tiap pagi atau sore sehabis hujan, pasti berkabut.
Sedingin itu, saya dan adik saya tetap berangkat.
Adik saya (Haidar) hari ini mulai pertama UAS, jadi harus sampai di kampus sebelum jam 7.
Saya, yang nebeng, harus ikut pagi juga. Hemat!🙂
Jaket tebal, kaus kaki, cabs!

Jl.Pahlawan sepagi itu sudah macet dan penuh debu.
Akhirnya sampai kantor jam 06.40.
Di depan saya ini, sudah saya siapkan nasi warteg + telur dadar + balado tempe/teri + susu putih.
Harga total 7.000.
Kok mahal ?! iyhaaa.. Kan beras sedang mahal!
Sedangkan itu anggota DPR masih saja punya anggaran untuk suplemen daya tahan tubuh dan alat fitnes.
Negeri ini memang tidak masuk akal, dan lucu!

Daripada capek mengeluh tentang anggota parlemen,
saya ingin bersyukur, pagi ini merasa sehat sekali.
Juga, masih bisa makan, dan telur dadar warteg selalu enak.
Heran juga kenapa bisa seenak ini. Alhamdulillah.
Sambil nge-blog pulak!

>>

>>

Pertanyaannya, sudah sesemangat ini masuk kantor,
dan sudah hampir sekenyang ini, bisa produktif ga ?!
Jangan-jangan malah ngantuk! Hehe.

Selamat hari Jum’at. Hari dimana ALLAH mengabulkan banyak doa.
Hari yang baik untuk bersedekah.
Dan hari libur panjang setelahnya. Hehe.

Note; Bersyukur tentu bukan hanya bagaimana kita memuji kepada-NYA,
tetapi juga bersedia berbagi apa yang telah dianugerahkan-NYA kepada kita untuk sesama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s