Tahun 2012 Masehi : Banyak Libur Kerja

Sudah hari ke-25 nih dari bulan Januari 2012.
Sudah pada punya kalender kaann..
Kalau saya baru kemarin dapat kalender hehe..

Salah satu yang menarik bagi saya di awal tahun adalah melihat-lihat kalender hari kerja pada tahun berjalan.
Wah, banyak tanggal merah di hari kerja! hehe
Ternyata benar kata teman saya, tahun 2012 ini banyak sekali libur kerja panjang (libur tiga hari berturut-turut).
Besok Senin (tanggal 23 Januari) juga tanggal merah karena Tahun Baru China.
Itu artinya, bagi pekerja yang bekerja Senin – Jumat, Sabtu & Minggu libur,
hari kerja jadi berkurang 1 hari lagi.
Lalu di bulan Maret, pada hari Jumat (tanggal 23) tanggal merah juga (Hari Raya Nyepi).
Dua minggu kemudian, hari Jumat tanggal 6 April juga tanggal merah (Hari Wafatnya Yesus Kristus).
Bulan berikutnya, 17 Mei hari Kamis tanggal merah karena Hari Raya Waisak,
dan hari berikutnya (tanggal 18) diberi tanda keterangan “cuti bersama”.
Itu artinya, hari kerja hanya 3 hari dalam satu minggu!
Agustus sudah pasti ada libur panjang karena Hari Raya Idul Fitri.
Di kalender saya, dari tanggal 17 Agustus, hari Jumat (hari Kemerdekaan RI), tanggal merah lagi.
Tanggal 19 – 20 Hari Raya Idul Fitri, tanggal merah.
Dua hari berikutnya 21 – 22 Agustus, kalender ditandai keterangan “cuti bersama Idul Fitri”.
Tanggal 26 Oktober hari Jumat (Hari Raya Idul Adha) adalah tanggal merah kemudian.
Kamis tanggal 15 November adalah tanggal merah kemudian (tahun baru Hijriyah 1432 H),
Dan hari berikutnya Jumat 16 November, kembali ditandai “cuti bersama”.
Tanggal 25 Desember hari Selasa (Hari Raya Natal), daaan.. tanggal 24 Desember hari Senin
Kembali ditandai “cuti bersama”. Itu artinya, libur panjang berturut-turut selam 4 hari!

>>

>>

Waduh, awkward juga yha melihat hari-hari libur itu.
Saya mencoba membandingkan dengan 2 kalender lainnya yang berbeda,
tapi ternyata penentuan hari liburnya memang seperti itu.
Kalau salah, mohon ada yang bersedia mengoreksi yhaa..

Tapi, kalaupun betul, rasanya, keuntungan libur-libur panjang itu kebanyakan hanya dirasakan oleh pekerja yang bekerja Senin – Jumat.
Misalnya hari Jumat tanggal merah, sedangkan hari Sabtunya bukan tanggal merah,
para mahasiswa & anak sekolah liburnya jadi terpotong di tengah.😀
Pemerintah banyak sekali menambahkan hari libur kerja yang menurut saya tidak perlu.
Pantas saja, kemarin-kemarin didemo karena masalah penyusunan kalender ini.
Karena memang pemilihan tanggal merah dan cuti bersama terlihat mencurigakan.

Salah satu contohnya, seberapa pentingkah cuti bersama setelah tahun baru Hijriyah ?!
Tanggal 15 November Tahun Baru Hijriyah, hari Kamis. Hari berikutnya ditandai cuti bersama.
Para pekerja memiliki hari kerja hanya 3 hari dalam 7 hari.
Bukankah harusnya malah kita para kekerja lebih semangat bekerja,
karena menyambut tahun yang baru ?
Memangnya kenapa kalau liburnya terpotong di tengah ?
Toh kita sudah banyak sekali libur panjang di hari lain.

Saya tidak tahu, apakah peraturan “cuti bersama” harus diikuti oleh seluruh instansi dan perusahaan ?
Atau perusahaan diperbolehkan menentukan kebijakan sendiri ?
Misal, perusahaan tempat saya bekerja, di tanggal 18 Mei dan 16 November
tetap tidak libur (tidak ingin mengambil “cuti bersama”),
tetapi di hari pertama puasa (tanggal 20 Juli) ditetapkan libur.
Seperti boleh tidak ? melanggar tidak ?
Memusingkan sekali yha..

Belum lagi nanti masyarakat akan dipusingkan dengan penenentuan hari pertama puasa,
atau penentuan kapan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri.
Yang seperti itu kan di negara kita hampir terjadi setiap tahun. Duh!
Anehnya, penentuan hari pertama puasa, dan Hari Raya Idul Fitri sering diperdebatkan,
Sedangkan penentuan penanggalan lainnya tidak diperdulikan.
Saya bukannya ingin penanggalan hari-hari berikutnya juga diperdebatkan,
tapi simplenya begini, misal Hari Raya Idul Fitri tidak sesuai dengan kalender Masehi yang telah dibuat,
karena terjadi pergeseran Hilal atau ketidak akuratan melihat Hilal.
itu artinya, penentuan tanggal pada hari-hari berikutnya pun mungkin akan mengalami perubahan/pergeseran.
Misalnya, hari pertama Tahun Baru Hijriyah juga harus dipertanyakan.
Betulkah jatuh di tanggal itu ?
Biasanya sih tidak ada peninjauan lagi. Ikut kalender sebelumnya saja.
Contohnya tahun lalu, setelah melihat Hilal kesekian kalinya (entah akurat atau tidak)
pemerintah memutuskan Hari Raya Idul Fitri mundur satu hari ke hari hari berikutnya.
Sedangkan penentuan penanggalan Islam berikutnya tidak ada penyesuaian.
Jadi bingung, saya tidak faham, sebenarnya pemerintah itu menyusun penanggalan berdasarkan apa yha?
Entah. Idealnya, sebagai umat yang baik, saya berusaha mengikuti pemimpin/aturan
dimana tempat kita tinggal,
daripada terus menerus memperdebatkan penanggalan itu. Wallahu’alam.

Positifnya, dari penentuan tanggal merah dan libur panjang di tahun 2012 Masehi ini,
kita bisa mulai menyusun rencana-rencana apa saja yang akan dilakukan untuk mengisi libur panjang itu.
Atau mungkin mulai mencari tempat-tempat liburan yang akan dikunjungi,
Atau menabung dan mencari untuk tiket-tiket liburan.
Semoga, sudah diberi hari-hari libur panjang,
kita bisa lebih bersemangat dan tetap produktif di tempat kerja.
Selamat berkarya dengan penuh semangat.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s