Opini : Drunk Driving

Saya baru tahu, kalau di Indonesia tercatat tidak pernah menerapkan
batas alkohol dalam darah (Blood Alcohol Content) bagi pengemudi kendaraan bermotor.
Wajar saja masih banyak yang mengemudi dalam keadaan mabuk.
Supir transportasi umum dan tukang ojek seenaknya berkendara dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol.
Jadi salah satu pasal Undang-Undang tentang kelalaian mengemudi dibuat berdasarkan apa ?

Sementara di Amerika, Inggris, Malaysia dan Singapura menetapkan batas yang cukup tinggi
yaitu 0.08%. (Blood Alcohol Limit by country : here)

Di Amerika,orang dengan kadar alkohol dalam darah sebesar 0.08% dilarang mengemudi di jalan-jalan umum negara.
Untuk driver komersial dikenakan batas ketat yang ditetapkan sebesar 0,04%,
dan bagi usia di bawah usia 21 tahun ditetapkan sebesar 0,02%.

Di Inggris, hukuman bagi yang melanggar pun cukup tinggi; dari mulai penyitaan kendaraan ,
penarikan surat izin mengemudi, dan hukuman penjara maksimal 14 tahun dengan denda tanpa batas.
Walaupun tentunya mereka bisa menyewa pengacara untuk menghindari pinalti tersebut.
Tentu saja harga pengacara berkaitan dengan DUI (Driver Under Influence) dan Driving While Intoxicated (DWI) di sana sangat tinggi. (DWI in UK)

Sepertinya, di negara-negara tersebut, masalah keselamatan berkendara di jalan sangat diperhatikan.
Nilai hak asasi manusia juga lebih menjadi perhatian.
Banyak public announcement dan kampanye tentang safety driving yang dipasang di jalan-jalan
dan fasilitas umum di negara mereka.

>>

>>

>>

Indonesia ? Dari segi perlindungan berlalu lintas, telah ada pasal 310 UU 22/2009
“tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menjerat tersangka dalam hal kelalaian pengendara
yang memicu terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia”,
dipidana dengan hukuman maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 12 juta.

Ini berkaitan dengan kejadian menghebohkan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Seorang pengemudi dalam keadaan pengaruh obat-obatan mengemudikan kendaraan,
dan akhirnya menyebabkan 9 dari 12 yang tertabrak meninggal dunia, sisanya luka-luka, dan kerugian materi dan non materi yang tidak bisa diukur.

Proses hukum belum juga selesai. Keluarga yang ditinggalkan masih berduka.
Mereka menunggu hukum berjalan seadil-adilnya bagi mereka.
Pada akhirnya, kita hanya bisa berprihatin (seperti kata Pak Presiden) atas kejadian ini.
Terus menerus prihatin Pak ?
Banyak sekali yang perlu dibenahi dari negara ini.
Idealnya, kasus seperti ini harusny bisa menjadi titik awal pemberantasan narkoba yang lebih serius di negara Indonesia.
Juga penerapan hukum yang seadil-adilnya mengenai undang-undang pelanggaran lalu lintas.

Notes; jika mereka yang masih menggunakan napza, tidak peduli dengan kerugiannya bagi mereka sendiri, setidaknya mereka menghindari untuk menyebabkan kerugian bagi orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s