Curhat : asdfghijklesliefeistorlendfleetfoxes

Saya terkadang sedih melihat kenyataan orang lain memiliki uang lebih untuk membeli tiket konser sedangkan saya tidak.
Di Jakarta banyak konser dari musisi-musisi yang saya gemari, di negara tetangga apalagi.
Jadwal konser musisi luar di tahun 2012 semakin banyak,
seiring menjamurnya promotor-promotor baru yang berlomba-lomba mendatangkan musisi yang sedang digemari.
Ketika orang lain memiliki banyak uang lebih untuk membeli konser musisi favoritnya, saya hanya bisa unduh gratisan. Sedihnya!

Bagaimana kalau tiba-tiba Fleet Foxes, Local Natives, atau Bon Iver benar-benar ke Indonesia ?
Atau misalnya Dewa 19 mengadakan konser yang akan membawakan semua lagu-lagu mereka ?
Dan dalam keadaan saya tidak punya uang. Tidak tahu jalan menuju venue,
tidak punya uang lebih untuk ongkos perjalanan, dan waktu yang tidak memungkinkan.
Mau apa coba kalau bukan mau mati ?

Mencoba selalu berusaha untuk menerima kenyataan apapun,
terkadang saya masih out of control ketika berkaitan dengan musik.
Harus sering meminta ampun kepada ALLAH, dan harus berhati-hati dengan apa yang saya impikan.
Jangan berangan-angan terlalu tinggi untuk dapat menonton konser musisi favorit.
Kenyataannya akan sesakit ini, ketika menghadapi kenyataan saya tidak dapat menonton Leslie Feist.
Senada dengan seorang teman saya yang masih menangis freak out karena tidak dapat menonton Erlend Oye tadi malam di tempat yang sama.

Kami adalah 2 orang di antara sekian yang harus menyesali ini semua.
Saya, sangat menikmati banyak karya dari Leslie Feist.
Sedangkan teman saya ini adalah orang yang sangat mengidolakan karya-karya Erlend dan band-bandnya.
Kami adalah pemimpi yang berangan-angan dapat pergi ke Amerika dan bertemu dengan Fleet Foxes, atau ke Norwegia dan bertemu dengan Erlend.
Kami adalah 2 orang yang berangan-angan berada di sebuah pertunjukkan musisi favorit dan ikut menikmati pertunjukkan, dan berbahagia.
Kenyataanya, kami adalah 2 orang dengan jumlah uang pas-pasan yang mendengarkan musik berbekal unduh gratisan.
Kami hanya mampu mendengarkan musik dalam ke-diam-an kami.
Sesekali ingin bertukar posisi dengan mereka yang mempunyai uang berlebih untuk dapat menghibur diri dengan menonton konser musisi favorit.

Pada akhirnya, saya ingin dapat terbiasa dengan ini semua.
Tidak semua angan dapat kita capai dengan segera.
Toh, menonton konser musik pun bukan sebuah tujuan akhir dari menikmati musik.
Akan terus meneruslah mengeksplorasi karya musik yang bertebaran di sekeliling saya.
Menikmati karya musik dalam kesendirian. Solitude is bliss.

Note; Positifnya, mungkin ALLAH sedang mengingatkan saya untuk lebih rajin menabung, atau menggunakan uang untuk hal lain yang lebih bermanfaat. Harga beras semakin mahal, harusnya orang seperti saya tidak perlu terus menerus memikirkan tentang konser yha.. Manusia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s