Efek Rumah Kaca : Answered about Fans (Friends)

Dalam bayangan utopis kami, kami tidak ingin punya fans dan tidak ingin mempan dikritik atau dipuji. Idealnya seperti itu. Kenapa? Kami berusaha mati2an menjaga bahwa tidak ada yang berubah sedikitpun dari erk dulu dan sekarang.

Padahal kondisi riilnya tidak begitu. Kami jelas berbeda dengan dulu, paling tidak sekarang punya 2 album yang telah dirilis, ada yang mendengarkan musik erk, ada yang sedikit fanatik dengan musik erk dlsb yang tidak terjadi di 3 tahun sebelumnya.

Ada hal-hal yang ingin dan yang tidak ingin berubah?
Yang ingin berubah adalah musik erk. Musik erk harus berubah, harus gak gitu2 aja. Musik erk adalah hidup erk. Erk gak akan mau ngejalanin hidup yang begitu2 aja dari tahun ke tahun.

Yang gak ingin berubah adalah militansi. Militansi terbentuk salah satunya karena kondisi. Kami ingin mendapatkan kondisi yang sama ketika menciptakan baik album 1 maupun 2. Kondisi yang seperti apa?

-bahwa erk tidak dikenal,
-bahwa erk secara finansial harus bekerja keras untuk nabung supaya bisa ngeband (ngiritlah intinya, ini pengaruh ke gaya hidup..jadi ketika industri musik gak menghasilkan uang untuk erk hal itu gak terlalu ngaruh, pertama karena erk biasa kerja dan kedua karena gaya hidup erk gak mewah),
-bahwa erk gak punya networking jadi satu2nya cara membuat musik erk bisa terpublikasi dengan masif adalah hanya dengan membuat karya yang bagus sehingga ada orang2 yang mau membantu mempublikasikan musik erk semata2 karena suka dengan karyanya erk ,
-bahwa personil erk adalah orang yang tidak menonjol skill bermusiknya sehingga harus banyak sekali latian supaya bagus musiknya.
Nah, intinya kami ingin mendapatkan “api” yang sama dengan yang dulu agar album berikutnya punya “greget yang sama atau mungkin lebih”. Salah satunya dengan penyangkalan (selain gak sepakat dengan konsepnya juga) bahwa kami punya fans dan kebal kriktik atau pujian.

Khusus untuk kritik dan pujian, idealnya kami kebal terhadapnya , karena kami terbangun dari saling mengkritik dan memuji dalam posisi yang ekstrim (dengan pertimbangan bahwa kamilah yan menjalani ini semua dan yang paling tau apa yang kami mau dan bukan menjalani apa yang orang lain maui dari kami).
Tapi, setelah dipikir2, mungkin saja kritik dan pujian itu secara pelan2 menyusup ke dalam bangunan nilai-nilai dan ide-ide ( yang ada di kepala kami), bercampur, dan kami kemukakan di kemudian hari. Karena pikiran kami adalah organ yang hidup yang juga menangkap kritik dan pujian sebagai getaran-getaran disekitar kami yang sulit untuk ditolak (walaupun secara sadar berusaha ditolak habis-habisan) dan menjadi bagian dari pertumbuhan kami.

Kalau ada yang merasa menjadi fans erk, kami gak mau dan gak bisa melarang kehendak mereka .

Untuk kami, kami berusaha menyangkal punya fans, karena kami ingin lebih menapak ke tanah.

Efek Rumah Kaca, in answer to : kalian anggap fans itu seperti apa? jangan merendah dong…kalian kan punya banyak fans

One thought on “Efek Rumah Kaca : Answered about Fans (Friends)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s