Alkisah : Wiladah Ali Bin Abi Thalib (13 Rajab, 23 tahun sebelum Hijrah)

Alkisah, sang ibunda (Fatimah Binti Asad as) pada bulan kesembilan kehamilannya, di sekitar pasir-pasir gersang, mendekat menuju Ka’bah dengan tertatih-tatih, merintih, dengan lantunan doa dan kepasrahan kepada Illahi untuk keselamatan anak dalam kandungannya.

“Duhai Tuhanku, aku beriman kepadaMu dan kepada apa yang diturunkan dari sisiMu. Percaya pada rasul dan kitabMu. Dan aku membenarkan ucapan datukku Ibrahim kekasihMu, bahwa dialah yang membangun rumah tua yang kokoh ini. Maka demi hak dia yang mendirikannya, dan demi hak dia yang ada dalam perutku. Mudahkan bagiku kelahirannya…”

Ya Tuhanku, dengan kebenaran tempat ini dan yang membangunnya (Ibrahim as dan Ismail as) mudahkanlah kelahiran anakku. Dia di dalam perutku adalah yang selalu berbincang denganku dan menjadi penghiburku. Yang aku yakini bahwa dia adalah tanda Keagungan dan KebesaranMU.”

Lalu, dengan kepasrahan pula, sang bunda bersandar di dinding Ka’bah, sampai kemudian dinding tempatnya bersandar retak, lalu sebuah suara gaib nan halus, memerintahkan sang bunda memasuki Ka’bah. Dinding Ka’bah tertutup, sampai tiga hari kemudian. Sentak, kejadian itu membuat sekian pasang mata terperangah, dan seketika kabar tentang masuknya sang bunda Fatimah binti Asad ke dalam Ka’bah menjadi berita.

Alkisah, masyarakat sekitar masih menunggu keluarnya sang bunda dari Ka’bah. Hari keempat, lalu keluarlah sang bunda dari bekas retakan dinding Ka’bah semula. Seorang ibunda dengan bayi di gendongannya yang menebarkan wewangian. Sentak, kedua kalinya kejadian tersebut membuat sekian mata terperangah, dan menjadi berita.

>>

>>

#ilustrasi


“Adalah kebesaran ALLAH bahwa IA telah memilihku diantara sekian wanita sebelum aku, untuk memberikanku keutamaan dan menjadikanku ibu dari Ali Ibn Abi Thalib. Aku selama tiga hari di dalam Ka’bah disuguhi makanan dan minuman dari surga”

Maha Suci ALLAH dan tiada yang suci selain-NYA, yang telah memuliakan satu dari sekian hamba untuk melahirkan di rumah-NYA.

Imam Ali Bin Abi Thalib as (anak angkat, sepupu, dan orang yang pertama membenarkan tentang kenabian Rasulullah saw) lahir pada 13 Rajab 23 tahun sebelum Hijrah di Ka’bah Baitullah di kota suci Mekkah.

Dialah yang pertama menjawab seruan Nabi.
Dialah yang pertama shalat di belakang Nabi.
Dialah yang menjadi suami dari Fatimah Az Zahra, putri kecintaan Nabi.
Dialah yang tidur di ranjang Nabi, bersiap menjadi tumbal pengganti.
Dialah yang garang di perang, dialah pandita di waktu sujud.
Dialah yang namanya berasal dari nama Tuhannya. Ali, yang tinggi kedudukannya.
Dialah yang menaklukkan Amr Bin Wud di perang Khandaq,
Dialah yang mendobrak benteng Khaibar.
Salam atasmu, satu-satunya putra yang terlahir di Ka’bah.

Maha Suci ALLAH dan tiada yang suci selain-NYA, yang telah memuliakan satu dari sekian hamba untuk dilahirkan di rumah-NYA.

Berikut, Sabda Rasulullah saw tentang keutamaan (dari sekian banyak keutamaan) Imam Ali, yang paling saya ingat :

Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya. Barang siapa yang ingin memasuki kota, maka hendaklah ia mendatangi pintunya.”

Engkau wahai Ali, kedudukanmu di sisiku sama seperti kedudukan Harun di sisi Musa, hanya tidak ada Nabi setelahku.”

Sanadnya ? Keutamaan lainnya ? Mari sama-sama mencari.🙂

Selamat menanamkan kecintaan kepada Rasulullah dan keluarganya.
Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad, wa ‘alaa ali sayyidinna Muhammad.

Note : Yang membuat saya terkagum adalah bekas retakan pada Rukun Yamani (yang merupakan tanda kelahiran Imam Ali as di Ka’bah) sampai hari ini masih terpatri disana. Walaupun sudah berapa kali ditutupi dan oleh baja, namun kita masih dapat menyaksikannya bekas retakan itu masih terpatri.

>>

>>

>>

Rasulullah Saww bersabda: “Ada yang aku miliki dan tidak dimiliki Ali, dan ada yang dimiliki Ali namun aku tidak memilikinya. Yang aku miliki dan tidak dimiliki Ali adalah bahwa aku seorang nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah Swt, sedangkan yang dimiliki Ali namun aku tidak memilikinya ialah bahwa ia satu-satunya manusia yang lahir di dalam Kabah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s