Bakti Sukarno (6 Juni 1901 – 21 Juni 1970) : Pohon Sukarno di Sekitar Padang Arafah

Satu hal yang baru saya ketahui tentang keistimewaan (Alm) Pak Sukarno adalah riwayat tentang “pohon Sukarno” di Arab Saudi. Ketika saya berangkat kesana, Ustadz pembimbing saya bercerita mengenai pohon-pohon di sekitar Arafah yang kami lewati. Menurutnya, pohon-pohon di sekitar padang Arafah itu, dahulu bibitnya dibawa oleh Pak Sukarno ketika beliau berhaji pada tahun 1950-an. (saya juga heran, saking malasnya saya membaca, saya jadi tidak mengetahui cerita ini) Riwayatnya, Pak Sukarno pernah bertanya kepada salah seorang guru spiritualnya, mengenai rencananya pergi beribadah haji untuk kesekian kalinya. Beliau bertanya, bagaimana agar ibadah setiap hajinya akan terasa khidmat, dan akan menjadi pelebur bagi dosa-dosanya. Menurut riwayat, sang guru menganjurkan kepada Pak Sukarno untuk melakukan ibadah yang akan membuatnya berbeda di mata ALLAH dari sekian jemaah haji kala itu, dan ibadah yang akan membuat Rasulullah tersenyum. Akhirnya, berangkatlah Pak Sukarno ke tanah suci dengan membawa dan mengirimkan ribuan bibit-bibit pohon mindi ke Mekkah. Beliau memberikan ide kepada negara Arab Saudi agar melakukan penghijauan di sekitar Padang Arafah dengan menanamkan pohon-pohon mindi di sekitar padang Arafah, untuk membantu menimbulkan suasana teduh di sekitar padang tandus itu. Dan karena wibawanya sebagai salah satu orang yang disegani di berbagai negara (termasuk Arab Saudi) kala itu, ide penanaman itu pun langsung disetujui oleh Arab Saudi, yang kala itu diperintah oleh Raja Fahd. Alkisah, tumbuhlah ribuan pohon mindi di sekitar Padang Arafah, dan membuat padang yang pada mulanya terasa gersang dan tandus menjadi lebih sejuk, dan sangat membantu sebagai tempat peristirahatan para jemaah haji ketika wukuf di Padang Arafah. Untuk menghargai keberhasilan ide itu pula, pemerintah Arab Saudi memberikan nama pohon ini dengan nama Sukarno Syajaroh (pohon Sukarno). Ini adalah salah satu objek Padang Arafah yang berhasil saya potret : >> >> Pada masa sekarang, penanaman pohon Sukarno lebih diperluas ke daerah lain di Arab Saudi, yaitu di sekitar Madinah dan Jeddah. Saya membayangkan, mungkin selama pohon-pohon itu tumbuh di sana, selama itu pula pahala dari ALLAH yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang akan selalu teralir kepada Alm. Pak Sukarno. (dan ALLAHlah yang Maha Tahu Kebenaran) 21 Juni 42 tahun lalu, Pa Sukarno telah meninggalkan kita. (semoga pahala atas baktinya ke tanah suci selalu teralir kepadanya) Namanya masih sebesar jiwanya, di hati kita. Alangkah rindunya kita, dengan sosok pemimpin nan berwibawa. Disayangi kawan, ditakuti lawan. Semoga suatu hari dapat berziarah ke pusaranya. >> >> (picture)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s