Mendengar : Kunci dan Adab Berdoa.

Hari Minggu kemarin, di kantor saya diadakan silaturrahmi keluarga besar kantor kami. Ustadz pemberi tausiyah adalah Ustddz Miftah Fauzi Rakhmat.
Salah satu yang paling saya ingat dari isi tausiyahnya adalah tentang adab berdoa. Karena nanti malam adalah malam Nishfu Sya’ban, saya ingin membagi tentang adab berdoa tersebut kepada teman-teman. Semoga bermanfaat.:)

Adab berdoa :

  1. Membesarkan yang kepada-NYA kita berdoa
  2. Menjatuhkan diri serendah-rendahnya di hadapan yang kepada-NYA kita berdoa
  3. Berdoa, dengan penuh harap, seperti putus asa, bahwasanya tidak ada lagi tempat mengadu selain kepada-NYA.
  4. Meminta dan mengadu secara terus-menerus.
  5. Berdoa pada waktu dan tempat yang diberkati (misal : di tempat-tempat suci, di waktu hujan, di waktu shalat malam, di dalam sebuah akad, pada acara silaturrahmi, dsb)

Kalau saya ingin menambahkan, di akhir doa kita dapat “menghadirkan kepasrahan dalam hati”. Setelah bermunajat, berdoa, mengadu, kita pasrahkan apapun kehendak yang akan DIA berikan kepada kita.
Waf’al bii maa anta ahluhu (Dan lakukanlah padaku apa yang layak bagi-MU)

Jika doa dan munajat adalah cara kita kita mendekatkan diri kepada-NYA dengan penuh kepasrahan, maka esensi dari ritual berdoanya itu sendiri selayaknya kita anggap lebih sakral dan lebih indah daripada terpenuhinya permintaan itu sendiri.

P.S : Semoga teman-teman berkenan memasukkan saya ke dalam doa dan munajat terbaik teman-teman di hadapan-NYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s