Di Antara Denting Dan Rahasia

Kita bertemu diantara denting dan rahasia,
Mengenal dan menjadi satu,
Menyapa, sebentar lepas lalu mengikat janji.
Aku dan kamu, menjadi kita,
Menjadi hati.

Kita berdiam dan bertatap sejenak lebih lama diantara denting dan rahasia,
Mengangguk setuju, mengiyakan tapi malu-malu,
Diam dan hanya diam,
Memandang dalam suatu ruang temu,
Aku melihat kamu yang menjadi aku,
Kamu memandangku ragu-ragu.

Kita dikaburkan oleh realita.

Kita memalingkan muka, meski masih terjebak diantara denting dan rahasia,
Membungkam mulut, meredam peluh, dan menahan air mata,
Memaksakan diri untuk lebih tidak peduli,
Melupakan, membiarkan, memberi celah untuk penyesalan,
Padahal kenyataan pun tau jika kita berdua tau pasti,
Diantara kita tidak akan ada yang benar-benar rela untuk pergi.

Kita tidak akan pernah mau meninggalkan ruang temu,
Yang terselip diantara denting dan rahasia.
(Ruang Temu)

2 thoughts on “Di Antara Denting Dan Rahasia

  1. Gilang, saya dari kemarin penasaran, apakah puisi di atas diambil dari Ruang Temu atau kamu buat sama judulnya ?
    (saya pernah mencuri-curi buka halaman Ruang Temu, tapi belum sampai pada puisi ini)
    mohon pencerahan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s