Pangeran Diponegore (RA)

Pangeran Diponegore (RA)

Patung Pangeran Diponegoro di Depan Benteng Van Der Wijk, Gombong, Jawa Tengah.

Spirit Al-Husain menjadi semangat pendorong bagi laskar Diponegoro dalam melawan kolonialisme Belanda, dengan pekikan slogan dari pangeran Diponegoro, seperti yang tertulis dalam Babadnya oleh R. Ng. Yosodipuro II:

“Den siro poro satrio nagari metaram nagarining Jawi hingdodotiro, sumimpin watak, wantune Sayyidina NGALI, sumimpin kawicaksanane Sayyidina KASAN, sumimpin kakendelane Sayyidina KUSEN. Den seksenono, hing wanci SURO, LONDO bakal den siro sirnaake soko tanah jawa. Krana sinurung pangribawaning para satrianing MUKHAMAD yoiku NGALI, KASAN, KUSEN. Siro podho lumaksanana yudha kairing takbir lan solawat, yen siro guguring bantala cinandra, guguring sakabate sayyidina KUSEN ing NAINAWA (KARBALA) sira kang wicaksana hing yudha, pinates tampa sesilih Ali Basya”

“Wahai kalian para ksatria negeri Mataram Negeri Jawa di hati kalian, dipimpin oleh watak keberanian Sayidina Ali, Dipimpin oleh kebijaksanaan Sayidina Hasan, dipimpin keberanian Sayidina Husain. Saksikanlah, pada saat bulan Muharram (Suro), Belanda akan kalian sirnakan dari Tanah Jawa. Karena didorong oleh kewibawaan para Ksatria Muhammad yaitu Ali, Hasan, Husain. Laksanakanlah perang, dengan iringan Takbir dan Shalawat. Jika kalian gugur dalam berperang, maka kalian akan gugur seperti gugurnya Sahabat Sayidina Husain di Nainawa (Karbala). Engkau yang bijaksana dalam peperangan, pantas mendapat julukan Ali Basya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s