Refleksi Akhir Ramadhan

Sebelum Ramadhan, kita menunggu-nunggu agar Ramadhan segera menghampiri. Kita telah mempersiapkan apa saja yang ingin menjadi capaian kita pada bulan Ramadhan. Kita kumpulkan segala permohonan kita agar dapat kita panjatkan pada bulan Ramadhan. Kemudian Ramadhan datang menghampiri kita, kita berjuang keras untuk dapat menjamunya. Waktu berjalan, Ramadhan hendak beranjak, dan kita sedang bersedih melepasnya.

Ramadhan sedang beranjak meninggalkan kita. Rasanya tidak berani mengatakannya bahwa Ramadhan telah benar-benar pergi. Membawa kita merenungi, apa saja yang telah kita raih selama bulan Ramadhan. Menangisi kepergian Ramadhan tentu saja mengharukan. Kita menyesali banyak hal. Ada hal-hal baik yang seharusnya kita lakukan pada bulan Ramadhan, namun tidak sempat kita lakukan.  Banyak hal yang seharusnya tidak kita lakukan, kemudian malah menjadi kebiasaan. Sehari, 2, 3 10, 15, genap, ganjil, sampai malam terakhir. Ramadhan berlalu.

Namun, saya selalu percaya, Ramadhan dengan berkahnya akan selalu membawa kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Jika kita melihat kepada Ramadhan tahun sebelumnya, Rasanya selalu saja ada berkah yang lebih baik pada Ramadhan setelahnya. Dan ini hanya bisa dirasakan personal.

Bukankah kita sepatutnya bersyukur ? Bahwa kita sangat diberkati karena Ramadhan telah menghampiri kita. Bukankah kita sepatutnya bersyukur ? Bahwa kita masih memiliki kerinduan akan Ramadhan selanjutnya.. Bukankah kita sepatutnya bersyukur ? Bahwa rasa menyesal itu sendiri pun adalah rahmat. Bahwa rasa merindu Ramadhan itu sendiri adalah rahmat.

Kita tidak akan pernah cukup mengucap syukur kepada pemilik masa dan makaan. Kita tidak akan pernah cukup waktu menjamu Ramadhan. Biarkanlah penyesalan itu tetap ada. Biarlah rindu Ramadhan itu tetap merongga dada. Ini seperti luka sesal dan demam rindu yang tidak pernah ingin kita sembuhkan. Kita akan mengingininya tetap bersama jiwa kita.

Sekarang, mari mencoba mengapresiasi diri sendiri. Bahwa kita patut menghargai atas jiwa yang telah bekerja keras selama bulan Ramadhan. Meresapi limpahan berkah yang telah menghampiri. Menghargai setiap masa-masa bermakna selama bulan Ramadhan yang telah kita lalui. Entah itu masa-masa terjaga di malam hari hingga sahur dini hari, entah itu pekerjaan ikhlas yang kita lakukan siang hari, entah itu seteguk air pertama di gelap hari, kebersamaan bersama orang-orang terkasih.

Kita telah berjuang, jika tidak di awal.. Mungkin di pertengahan? 10 hari terakhir ? Hari-hari genap dan ganjil ? Pada hari terakhir? Atau bahkan malam terakhir ? Bukankah jiwa kita yang telah bekerja keras layak mendapat apresiasi ?

Selayaknya keberhasilan menggapai berkah Ramadhan adalah kemenangan bagi seluruh manusia, semoga Allah memberi kita kekuatan kepada kita untuk berjuang lebih baik lagi pada hari-hari setelahnya.. Dan semoga Allah memberkati kita dengan datangnya bulan suci Ramadhan tahun depan, insha Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s