Day#2 : How You Changed in The Past 2 Years?

Manusia bermimpi, manusia berjuang untuk mendapatkannya, pada akhirnya DIAlah Perencana Terbaik. 2011,2012, dan bahkan sekarang 2013 hampir berakhir, dan saya merasa saya mendapat banyak sekali pelajaran seiring berjalannya waktu. Jika bicara tentang perubahan, saya mendapati perubahan yang paling dominan adalah dari pola fikir. Sulit menjelaskan perubahannya seperti apa, namun dapat dilihat dari perubahan pola fikir itu pula akhirnya turut merubah tingkah laku dan kebiasaan.

2 tahun terakhir saya mengalami beberapa kejadian yang memberikan banyak pengalaman, pelajaran, dan tentu saja kenangan.  Awal dari 2 tahun ke belakang itu seperti titik jenuh dari banyak hal yang sedang saya lakukan. Saya selalu mempertanyakan kepada diri sendiri, apakah yang saya lakukan ini berada pada track yang tepat  dan jalan yang lurus. Sejalan dengan waktu, saya merasa ALLAH dengan KasihNYA memberikan beberapa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Momen yang paling terasa merubah saya adalah beberapa perjalanan ruhani yang saya lakukan. Perjalanan ruhani ke tempat-tempat suci bagi saya benar-benar sebuah perjalanan yang sangat personal.Bagi setiap orang yang pernah melakukannya, sedikit banyak, disadari atau tidak olehnya, pasti membawa perubahan positif setelah melaksanakannya. Ada sebuah titik balik yang saya fikir saya perlu renungkan lebih mendalam. Pada bagaimana Islam memposisikan saya sebagai hamba Tuhan, sebagai manusia, wanita, anak, saudara, dan makhluk sosial. Islam datang bagi saya bukan untuk mengendalikan, lebih kepada mengarahkan. Mengarahkan apa yang baik untuk saya fikirkan, lakukan, ucapkan, biasakan. Islam itu sendiri adalah kepasrahan. Menuntun saya untuk berjuang keras dalam apapun (included manage nafs and ego, which is for me it’s the most important in submission).  Sedikit demi sedikit saya mulai terdorong untuk mempelajari Islam lebih mendalam sebagai jalan saya. Dan saya mulai menghabiskan banyak waktu dan bekerja keras untuk itu.

And yet.. Letting someone go is so hurt. No break ups are easy, I’m still recovering. I never take people to my life for granted. I always strive to be a good partner for them, and then we are failed. And still, He is the Best Planner. Even we still have to be grateful that HE tests us, to be stronger, wiser. I made mistake, I move, I learn. Mistakes forgiven, lesson learned. Akhirnya saya fikir, sekali lagi kepasrahan itu adalah Islam, penuntun hidup saya. Dan saya masih harus berjuang untuk tetap berjalan, mengalihkan perhatian daripadanya.

Poblem comes and goes. But, still my GOD is greater than my problems. Saya membiasakan terjaga lebih dini, lebih banyak merefleksikan dan introspeksi, dan tentu saja berolah raga. Ini membantu fikiran saya lebih jernih, dan merasa lebih sehat.  Oh ya, saya juga berhenti minum kopi. Saya mulai membiasakan diri lari pagi hari, berpuasa, dan lari sore hari. Saya fikir saya kurus, sehingga saya merasa sehat dan tidak perlu berolahraga. Ternyata saya salah. Olahraga untuk kesehatan jiwa dan raga, bukan untuk tampilan tubuh kita. Also, for some healthy reasons, I’ve been sign off from facebook since last year. And I feel better.

Hmm.. mungkin satu lagi yang ingin saya sampaikan. Saya bahagia karena akhir-akhir ini saya memiliki kesempatan untuk belajar dan menjadi pembicara bagi sebuah sekolah menengah Islam. Saya merasa tidak capable, tapi saya tidak akan menyerah untuk ini. Alhamdulillah..

p.s : Is the wrinkle changes on face counts? No. I feel so young forever. Forever young.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s