Day#4 : What You Wear To Bed.

Sepertinya saya bukan seperti mereka yang seringkali beli baju khusus untuk tidur.  Seumur hidup saya, saya tidak pernah beli baju piyama untuk diri saya sendiri, haha. Kebanyakan baju yang saya pakai tidur adalah baju yang saya pakai sehari-hari di rumah😀. Biasanya saya memakai atasan kaus dan bawahan celana kaus panjang, atau memakai floral dress (bahasa keren dari daster!) milik Ibu. Itu nyaman sekali. Hangat.. sungguh🙂. Saya juga seringkali memakai sarung ketika tidur. Saya sering berkonflik dengan kakak saya (Ali), karena dia seringkali shalat di kamar saya, membiarkan sarungnya tertinggal di kamar saya, dan lalu saya memakainya untuk tidur.  Saya juga memiliki satu buah selimut kesayangan hadiah dari bapak sejak saya masih SMP. Saya dulu memakainya berdua dengan kakak perempuan saya, sejak beliau menikah saya memakainya sendiri. Sejak itu pula saya seringkali tidur sendiri (sister, this bed is too large without you, I miss you!). Rasanya tidak menyenangkan. Saya sering minta ditemani Ibu saya, atau keponakan saya yang perempuan.

Tidur dan makan adalah bagian favorit saya dalam kehidupan sehari-hari saya, hehe. Dalam keadaan libur kerja, libur shalat, dan tidak ada orang di rumah, saya bisa tidur 18 jam sehari! Hehe. Daaan..saya orang yang mudah tidur di manapun! Saya seringkali tertidur di depan komputer, di teras, di sandaran kursi, di atas toilet, dan tentu saja di depan televisi. Ini pernah beberapa kali terjadi, saya pulang kerja dan sangat kelelahan. Saya makan sambil menonton tivi, dengan kantuk yang tidak tertahan. Beberapa saat kemudian Ibu saya mendapati saya tertidur bersandar ke tembok, di mulut masih terdapat makanan yang sedang dikunyah, dan tangan masih memegang piring. Harusnya saya layak disiram air satu ember, agar segera bangun dan melanjutkan makan!

Ini sungguh kebiasaan buruk, saking lelahnya saya kerapkali tertidur tanpa mandi, tanpa sikat gigi dan tanpa cuci kaki terlebih dahulu, bahkan dengan masih memakai baju kerja. Barulah di tengah malam akan merasa tidak nyaman, kemudian mandi, dan keesokan harinya biasanya sakit demam. Mohon jangan ditiru, teman-teman..

Saya juga selalu menset-up tempat tidur saya dengan kepala mengarah ke utara, sehingga saya dapat membiasakan mengarahkan wajah ke kiblat ketika tidur. Saya sebenarnya menyukai tidur dengan lampu ruangan diredupkan, dan jendela kamar terbuka. Sehingga dapat menatap bulan dan bintang dari balik jendela. Namun, demi keamanan, tentu saja saya tidak melakukan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s