Day#11: Your Currently Relationship. If Single Discuss How Single Life Is.

First of all, I’m single. And striving to be happy.

Single atau tidak single tentu ada menyenangkan dan ada tidak menyenangkannya, dan ada perjuangannya masing-masing. Tentu saja keduanya patut disyukuri. Saya merasa sedang berjuang dan berdoa mencari siapa yang tepat untuk dapat bersama saya, pada akhirnya Tuhan yang berkuasa. Saya bisa saja mengemukakan beberapa alasan kenapa saya single, tapi saya fikir sebetulnya bukanlah itu yang paling penting.

Single dan tidak single sebenarnya itu pilihan. Saya tidak sedang berbicara bahwa being single lantas menjadikan kita dapat melakukan apa saja yang kita sukai tanpa ada yang melarang. Saya fikir, ketika kita dalam sebuah hubungan pun kita layaknya dapat melakukan banyak hal tanpa larangan pasangan kita, selama kita masih dapat bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan itu. Saya tidak ingin melihat sebuah hubungan itu sebagai penjara dan saling membatasi satu sama lain. Saya lebih melihat bahwa sebuah hubungan adalah untuk saling mengenal, menjadikan pengkhidmatan satu sama lain, bukan sebagai bagian untuk menuntut hak dan kewajiban, sehingga pada akhirnya itu semua dapat dinilai sebagai ibadah.

Namun, bersyukurnya, ternyata Tuhan tidak hanya menjadikan (katakanlah sebuah pernikahan) sebagai satu-satunya ibadah untuk lebih dekat kepada-NYA. Jadi hati saya lebih tenang.🙂

Sejujurnya yang paling mengganggu saya being single adalah beberapa orang yang sangat judgemental dan menekankan pemahamannya mengenai being in a relationship dan/atau pernikahan terhadap para single. Ini menyedihkan, karena sesungguhnya mereka tidak berusaha untuk memahami bagaimana pandangan orang lain tentang being in a relationship dan being single. Saya fikir banyak alasan kenapa orang tidak menikah atau tidak being in a relationship, dan tentu saja bukan berarti juga mereka tidak ingin. Ini adalah tentang pandangan hidup dan tujuan hidup/goal hidup dan cita-cita setiap orang yang berbeda-beda. Sehingga prioritas terhadap pernikahan dan relationship berbeda.

Seringnya secara pribadi saya merasa terganggu dengan mereka yang menganggap bahwa being in a relationship dan/atau pernikahan merupakan jalan keluar dari setiap permasalahan, atau menganggap being in a relationship itu sebagai sebuah trend sehingga menjadikan kita merasa alienated karena tidak melakukannya. Kenyataannya, being in a relationship dan being single pun bukan akhir dari sebuah perjalanan hidup. Saya fikir tidak ada seorang pun yang layak membuat orang lain merasa tidak nyaman dengan pilihannya masing-masing. Manusia layak memilih apa yang menurut mereka masuk akal untuk dipilih.

Yang paling penting adalah bagaimana kita berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan dengan pilihan kita itu.  Sebagian memilih untuk being in a relationship karena mereka menemukan itu lebih membuat mereka bahagia. Sebagian yang lain memilih being single, karena mereka tidak mau menukar kesendiriannya dengan kebersamaan yang tidak membuat mereka bahagia. Kita semua sedang dalam perjuangan menuju kebahagiaan kita masing-masing. At the end of the day, life is all about choice. You are responsible for what every choice you take.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s