Mother

Salah satu tujuan terbesar saya dalam hidup saya adalah menjadi seorang ibu. Keinginan saya sangat besar untuk menjadikan itu terwujud, dan saya tidak akan menyerah untuk itu. Jika suatu saat saya menikah, saya akan berjuang untuk melahirkan dan menjadi Ibu untuk anak-anak saya. Jika saya tidak melahirkan, saya akan tetap berjuang untuk tetap menjadi seorang Ibu dengan mengadopsi. Jika saya tidak menikah, saya pun tidak akan menyerahkan mimpi saya ini, saya akan tetap mengadopsi. Mengadopsi merupakan salah satu yang saya cita-citakan untuk menjadi seorang Ibu. Permasalahannya, akhir-akhir ini saya jadi terfikir. Jika saya mengadopsi anak laki-laki, dia tentu akan jadi non mahram kepada saya di masa depan. Ini akan menjadi masalah, ketika dia dewasa dan membutuhkan dukungan moral dari saya. Saya jadi tidak dapat menyentuhnya dan memeluknya. Dan jika saya mengadopsi anak perempuan, dia tentu akan menjadi non mahram  kepada suami saya (just in case I decide to marry someone).  And it means no, it’s so hard to imagine. How can a daughter not being able to hug her father? No. Dan juga, saya menemukan kesulitan untuk adopsi, karena di Indonesia yang patriarki, tidak diperbolehkan untuk adopting jika kita perempuan, dan single.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s