Jakarta, Jakarta : Teringat Kisah Teman Lama

Hey hey, pagi-pagi alarm di handphone saya berbunyi. Ketika terjaga, menyadari saya berada di kamar teman saya.  Hebatnya, teman saya itu tidak terganggu dengan bunyi alarm itu. Sleepy head! Saya juga tidak tega membangunkannya. Saya beranjak ke kamar mandi, dan bersiap pergi. Sudah jam 7.30, dan saya harus bersiap memulai bekerja lagi. Saya keluar kamar meninggalkan teman saya yang masih setengah tersadar menyaksikan saya berpamitan. Baju dan peralatan saya tetap ditinggalkan di kosannya, karena kami sepakat, saya menginap lagi malam ini di kosannya.

Turun dari kamarnya, dan saya menyempatkan sarapan di kantin kosannya. Menurut teman saya kemarin, kantin kosannya memang bersih dan lumayan enak. Ternyata benar. Kenyang! Setelah kenyang beranjak dan menuju hotel tempat tim saya menginap. Kembali melanjutkan pekerjaan, melakukan survey terkait jaringan internet dari sebuah BUMN milik negeri ini. Surveynya  benar-benar door-to-door. Berbekal database, kami mengetuk pintu rumah, menanyakan apakah mereka masih menggunakan provider internet tersebut, apakah bersedia disuvey, dan memberikan mereka hadiah. Jangan ditanya tantangannya! Haha, Jakarta kejam! Pintu jarang dibuka, di buka pun jarang yang bersedia diwawancara. Tapi kami tetap fun melakukannya.

Hari sebelumnya kami melalukan survey di kawasan Jakarta Timur, kali ini saya berunding dengan tim dan memutuskan untuk mengadakan survey di kawasan Jakarta Pusat. Sepertinya keberkahan Jum’at sedang menaungi kami. Kami memasuki beberapa komplek, dan beberapa rumah bersedia kami datangi dan kami wawancara. Sampai kemudian saya sampai di sebuah komplek perumahan tempat salah satu teman lama saya tinggal.. Aduh saya ragu menceritakannya.

Jadi ada seorang alumni siswa SMA Darunnajjah Jakarta Selatan, yang rumahnya berada komplek itu. Saya dulu mengenalnya semasa saya duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah. Waktu itu dia kelas 3 SMA, dan sedang mengadakan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM) di desa saya. Mereka melaksanakan program pengabdian itu selama 1 bulan. Saya sering menghabiskan  waktu untuk mengaji dan belajar Islam dari mereka di masjid, bertenda, dan melaksanakan berbagai perlombaan. Saya menjuarai beberapa perlombaan.  Oh ya.. dia juga sering mengantar dan menjemput saya ke sekolah saya, kami berjalan kaki sejauh 4 kilometer.😀

Ketika mereka selesai PPM dan akan kembali ke Jakarta, dia memberikan surat perpisahan kepada saya dan memberikan hadiah kepada saya sebuah tasbih, al Qur’an pocket dan kaligrafi Arabic. Manis sekali…🙂 Dia juga memberikan foto dirinya di dalam surat itu, menyertakan alamatnya dan nomor telepon rumahnya agar suatu saat saya dapat menghubunginya.

Sejak itu kami seringkali berkirim surat. He’s like a big brother to me. Berteman dengan cara saling berkirim surat itu sangat menyenangkan. Kita menuliskannya dengan sepenuh hati, melipatnya dengan rapi, penuh doa dan pengharapan semoga sampai tepat pada waktu dan penerimanya. Membayangkan penerima akan menyusuri setiap tulisan dari jemari kita dengan jemarinya. Membacanya berulang-ulang, menyimpannya dalam kotak rahasia.

Kami berteman dengan cara berkirim surat hampir 5 tahun lamanya. Puluhan surat terkumpul rapi, kala itu, dalam kotak rahasia. Pada tahun pertama sampai tahun kedua, saya menitipkan surat untuk dikirim melalui alamat sekolah kakak saya di kota. Saya sendiri bersekolah di desa, tak tersentuh alat komunikasi telepon, pos surat pun akan sampai berminggu-minggu. Kakak saya pulang ke rumah seminggu sekali, sehingga apabila ada surat, surat akan sampai pada saya setiap hari Sabtu sore. Begitu selama 2 tahun. Sampai kemudian saya bersekolah pula di kota. Surat dari dia dikirim melalui alamat sekolah saya. Karena (sepertinya) kesibukan yang masing-masing bertambah, akhirnya tidak sesering seperti awal mulanya. Sampai kemudian benar-benar terhenti. Orang-orang sekitar kami yang mengetahui pertemanan kami, menganggapnya kami lebih dekat daripada itu. Kami terlihat seperti pasangan jarak jauh menurut mereka. Sungguh pun tidak.

Semasa saya SMA, saya berada di Jakarta dan menghubunginya. Pada waktu itu kami sama-sama sudah memiliki nomor handphone satu sama lain. Kami bertemu dan makan siang bersama di kosan kakak saya di Jakarta. Menyenangkan bertemu teman lama setelah hampir 5 tahun lamanya tidak bertemu. Dia sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, saya sudah kelas 1 SMA.

Ketika saya masuk kuliah di Palembang, saya ganti nomor handphone. Nomor kontaknya hilang, (dan mungkin karena pengaruh sudah beranjak dewasa, hehehe) jadi malu dan sungkan menghubungi. Akhirnya lebih dari 4 tahun tidak berkomunikasi. Sampai kemudian.. bertemu lah di facebook. Senaang!

Meskipun kami berteman di facebook, seringkali mengobrol di messenger, tetap saja orang-orang di sekitar kita datang dan pergi. Kami seringkali melupakan satu sama lain, dan tidak pernah berkomunikasi lagi hingga sekarang.. Padahal saya seringkali ke Jakarta, dia pun seringkali ke Bandung. Tapi tidak sama sekali menyempatkan saling mengabari..

Kembali ke hari itu, saya persis di depan jalan menuju rumahnya. Dia pasti sedang bekerja di kantornya fikir saya. Saya telusuri jalan tersebut, sambil menunduk. Deg-degan lah, karena sekiranya bertemu, itu akan menjadi pertemuan kami setelah hampir 10 tahun! Dan, saya menemukan rumahnya. Tapi saya tetap menjauh dari pagarnya. Menunduk. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya sebenarnya beberapa kali mengobrol dengan Ibunya dan kakak perempuannya, tapi itu dahulu sekali. Ragu, mereka masih akan ingat saya.

Cerita berhenti di sana. Sampai saat ini saya tidak memberitahukannya bahwa saya pernah berada di depan rumahnya dan melihat bunga apa saja yang ditanam di tamannya. Saya beranjak dari tempat saya berdiri, berjalan semakin menjauhi pagar. Alhamdulillah, setiap orang dalam kehidupan kita datang sebagai berkah.

picture I took arround his house.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s