Jakarta, Jakarta : Tersesat di Jalan Jaksa.

Saya tidak pandai menuliskan cerita, apalagi mengawali sebuah cerita pada tulisan. Maaf..

Ini cerita tentang sebuah perjalanan menyenangkan. Beberapa waktu lalu terkait pekerjaan, saya menyambangi ibukota.  Malam itu sehabis magrib, saya sedang mencari hotel di sekitaran Jakarta Pusat. Man, saya buta Jakarta, jadi saya sudah booking hotel selagi di Bandung.  Saya datangi hotel yang telah saya pesan, ternyata hotelnya berada di Jl. Jaksa. (Jangan interrupt dulu, ada bagian menarik yang ingin saya ceritakan tentang Jl. Jaksa ini)

Dalam keadaan lelah sehabis seharian di ibukota, saya sampai di Jl. Kebon Sirih, mencari hotel yang telah saya pesan. Terkaget, di gapura Jl. Jaksa itu tertulis “Selamat Datang di Kawasan Wisata Malam”, saya langsung terbahak di depan gapura tersebut. Omega, saya baru ingat, inikah Jl. Jaksa yang terkenal banyak turis di dalamnya, yang pernah disinetronkan pada jam tayang dewasa tengah malam di tivi swasta itu? Waktu itu saya memesan karena rekomendasi teman, menurutnya bagus, saya ikut saja. Tidak menyangka dia menjahili saya seperti ini. Hahaha.

Saya menelusuri jalan tersebut, mencari hotel yang sudah saya pesan itu, dan ternyata hotelnya tidak jauh dari gapura depan. Kafe-kafe khas daerah wisata malam sedang bersiap, meja-kursi dirapihkan, lampu dinyalakan berkelap kelip. Saya merasa sungkan. Apalagi orang-orang yang berpapasan memperhatikan saya yang sedang menelusuri jalan sendirian. What’s with this little hijabi hanging around on the street full of hostels and nightclubs?

Akhirnya saya sampai di hotel yang saya pesan. Hotelnya sendiri rapih, bersih, tidak ‘aneh’, tidak menyeramkan. Saya bertemu dengan salah satu tamu hotel juga yang berjilbab. Kami saling tersenyum awkward. Sepertinya dia backpacker dari kota lain. Menurut info dari resepsionis, Jl. Jaksa ini memang terkenal sebagai tempat singgah para turis untuk menginap dan berwisata malam. Maka tidak heran banyak hotel murah, kafe pinggir jalan dan klub malam. Saya fikir, saya coba saja, semalam di hotel ini. Menarik juga sepertinya menginap di kawasan penuh turis. Ingin tahu darimana saja mereka melancong. Atau mungkin akan berpapasan dengan white drunk people? Sebenarnya menarik juga, karena yang saya dengar, turis di sini sangat akur dengan warga sekitar..

>>

_BUS0526

>>

Saya menuju kamar, unpacking, dan bersiap mandi. Kamarnya bersih, sepertinya saya akan coba saja menyukainya. Sampai sesaat kemudian, and this is the worse, I heard a sound someone’s make out. NO. Heran juga kenapa hotel yang lumayan bagus ini temboknya tidak kedap. Saya pasang headphone, kembali packing, dan menuju meja resepsionis. Saya langsung check out, dan resepsionis (untungnya) hanya meminta setengah harga dari harga kamar. Hotelnya sendiri sepertinya disukai oleh banyak backpacker, tapi..

Keluar dari Jalan tersebut, saya terlunta-lunta di sekitar Kebon Sirih. Saya sudah lebih dari 50 meter berjalan mencari hotel, dan tidak ketemu. Ada sebuah hotel, tapi saya tahu itu rate-nya di atas 1 juta/malam. Mau membuka handphone untuk akses internet di pinggir jalan seperti itu, tidak berani. Akhirnya saya menuju sebuah masjid di dalam gedung Bank Mandiri. Shalat disana, beristirahat sambil akses internet melalui handphone. Akhirnya saya menemukan hotel di sekitar jalan tersebut. Saya menuju Jl. Sabang. Menemui resepsionis, dan ternyata hotel penuh..

Sepersekian detik kemudian, saya baru teringat, kalau teman saya pernah membicarakan jalan tersebut. Saya telepon dia sekalian bertanya kabar. Saya menghubunginya. Dan.. puji Tuhan, ternyata kosan dia terletak di sekitar jalan tersebut! Hahaha. Jadi akhirnya kami berencana bertemu untuk minum kopi bersama. Saya belum memberi tahu dia kalau saya sudah berhenti minum kopi.

Sejauh mata memandang adalah barisan tenda makanan di pinggir jalan. Penuh oleh pengunjung. Menurut teman saya, kawasan ini memang terkenal dengan street food. Enak-enak katanya! Haha, semakin bersemangat bertemu teman saya di sekitar sini. Sebenarnya sudah lapar, tapi saya tahan karena menunggu dia sampai..

Dan, di sana, di Jl. Sabang itu, saya sedang menunggu teman saya..

Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s