Beautiful Soul of My Mom

Minggu lalu, karena beberapa pekerjaan, saya jadi tidak sempat menyetrika pakaian di rumah saya. Biasanya saya melakukannya di hari Sabtu atau Minggu. Sebenarnya ada waktu di Minggu malam, tapi waktu itu saya tergoda untuk menyelesaikan sebuah drama Korea yang sedang saya tonton. Akhirnya karena menonton sampai larut, jadi tidak sempat juga menyetrika, keburu ngantuk. Saya memutuskan akan mengerjakannya di Senin malam, sepulang kerja. Saya fikir jika ditunda sampai besok, tumpukkannya tidak akan bertambah terlalu banyak.

Yang membuat saya terharu..begini.. Ibu saya itu kerapkali melakukan pekerjaan rumah yang seharusnya saya kerjakan. Hal-hal yang berat misalnya mencuci pakaian dan menyetrika. Saya tidak pernah mengizinkannya melakukan itu untuk saya. Namun dia seringkali mencuri-curi melakukannya. Saya seringkali menumpuknya sampai banyak, baru dikerjakan. Maksudnya biar tidak setiap hari mengerjakannya. Kalau sekalian kan.. capek nya juga sekalian, hehe. Mungkin Ibu risih juga melihat tumpukan pakaian kotor dan tumpukan pakaian yang menunggu untuk disetrika. Sehingga kadang-kadang saya merasa malu dan tidak enak hati, sepulang kerja tiba-tiba pakaian sudah dicuci dan disetrika. Tidak nyaman. Harusnya memang saya merubah kebiasaan saya yang menunda-nunda pekerjaan itu.

Nah, untuk menghindari Ibu melakukan pekerjaan saya ketika saya bekerja di kantor, suatu hari saya pernah menyembunyikan detergen pencuci, dengan harapan bahwa ketika Ibu hendak mencuci, dia tidak akan menemukan detergennya. Saya menyimpannya sangat rapih dan tersembunyi. Ketika pulang kerja, saya kaget, melihat ternayta pakaian sudah kering dan wangi. Ibu saya menemukan tempat saya menyembunyikan detergen itu. Misi gagal, saya merasa malu dan tak enak hati.

Senin pagi kemarin, saya mencoba lagi metode saya. Sebelum berangkat kerjam saya sembunyikan setrikaan di tempat yang saya hampir pastikan Ibu saya tidak akan menemukannya. Kali ini tidak boleh gagal lagi, fikir saya. Ibu tidak boleh menyetrika sebanyak itu untuk saya. Dan sepulang kerja, saya kembali terkaget bercampur tak enak hati. Ibu saya sudah menyetrika tumpukan pakaian itu. Setrika yang saya sembunyikan, ditemukannya dengan mudah katanya. I was so speechless. I feel so bad.. She is a beautiful soul, but I’m not a good daughter for her..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s