Day 1 : Gedung Walikota Surabaya dan Bertemu Bis Surabaya Shopping and Culinary Track

Kami hanya memiliki waktu sekitar satu jam lagi bersama teman saya itu. Dia harus segera pulang, karena akan menjadi pengemudi bagi orang tuanya untuk sebuah acara di Malang. Oh iya, saya lupa memperkenalkannya. Namanya Dwi. Saya bertemu dengannya di Bandara Changi bulan November tahun lalu. Kami sama-sama sedang menunggu pesawat dari Changi menuju Indonesia di Taman Bunga Matahari di komplek Bandara Changi. Bedanya, dia menuju Surabaya, dan saya menuju Bandung. Mungkin naluri sesama pejalan/petualang/traveler atau apa pun namanya, akhirnya kami saling bercerita tentang berbagai pengalaman perjalanan dan saling bertukar nomor telepon untuk berkomunikasi.

Dia mengajak kami menuju gedung walikota Surabaya, di Jl. Walikota Mustajab. Menurutnya, akan menarik menghirup udara pagi Surabaya yang masih segar di depan gedung walikota Surabaya. Karena akhir pekan, gedung walikota sepi sekali. Pagi itu tidak ada matahari, namun tidak terlihat mendung juga. Beberapa orang sedang berolah raga di sekitar taman. Ada yang berlari-lari kecil, bersepeda, main sepatu roda, dan sepasang pasangan muda mendorong kereta bayi mereka. Beberapa anak melepas pakaiannya dan bermain air mancur. Kami mengabadikan beberapa objek. Tentu saja menarik menjadikan gedung walikota itu menjadi latar belakang objek foto kami. Tulisan Surabaya terpasang di atapnya. Ini akan membuktikan bahwa saya pernah berada di kota ini.

???????????????????????????????

Satu jam berlalu, dan teman saya bersiap pulang. Kami menuju parkiran, hendak mengambil tas kami di mobilnya. Tiba-tiba di depan melintas sebuah bis mewah ciri khas bis pariwisata khusus city sight. Saya berhenti, apakah ini bis pariwisata gratis dari House of Sampoerna itu? Saya memasukkan bis gratis House of Sampoerna dalam daftar perjalanan saya di Surabya. Tapi sepertinya ini bukan bis yang saya maksud. Bis berhenti di depan kami. Dua pemandu turun beserta seorang penumpang, dan saya menghampiri mereka. Ternyata itu adalah bis pariwisata city sight yang disediakan oleh Dinas Pariwisata. Harga tiket Rp 7.500, lama perjalanan sekitar 3 jam dengan tujuan beberapa tempat berbelanja dan wisata kuliner kota Surabaya, serta ziarah Ampel sebagai bonus. Saya fikir boleh juga saya mencobanya. Toh memang di ittenary saya, tujuan saya lebih banyak city sight dan kuliner, hehe..

This slideshow requires JavaScript.

Ternyata rute Bis Shopping and Culinary Track mulai beroperasi setiap hari Sabtu, Minggu, dan Selasa mulai pukul 09.00 pagi.  Rute perjalanan dimulai dari Balai Pemuda dan akan kembali ke Balai Pemuda pada pemberhentian terakhir. Entah mengapa kali ini sepi sekali, hanya ada 6 penumpang  di dalamnya (1 supir, 2 pemandu, 1 traveller dari Jakarta namanya Pa Prast, saya, dan kakak saya). Sebelum bis berangkat, kami diajak memasuki komplek gedung walikota Surabaya. Kami diajak menuju sebuah pintu menuju bungker bawah tanah yang akan menghubungkan kami ke gedung lain di seberang jalan gedung ini (saya lupa nama gedungnya), dan menghubungkan kami ke geraja Maranatha di seberang jalan itu. Namun sayang, menurut pemandu, karena ini hari libur, jadi pintu bungker tidak dibuka untuk pengunjung. Setelah beberapa menit berkeliling, kami keluar dari komplek gedung dan bersiap memulai perjalanan city sight bersama bis Shopping and Culinary Track.

This slideshow requires JavaScript.

bersambung..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s