Backpacking Ke Yogya : Menginap Di The Munajat Backpacker

Di antara perjalanan saya ke Yogya 4 hari kemarin, saya putuskan untuk menginap satu malam di Hotel Munajat Backpacker di Jl. Malioboro, Gg. Sosrokusuman. Hotel ini banyak sekali direkomendasikan oleh backpackers yang pernah ke Yogya. Saya selalu tertarik dengan hotel murah yang banyak direkomendasikan. Pasti ada yang menarik dan unik di dalamnya. Sabtu malam itu saya menginap disana. Hotel ini sepertinya cenderung selalu penuh, karna saya iseng menanyakan apakah malam berikutnya saya bisa menginap lagi, ternyata sudah penuh. Ada baiknya datang langsung ke hotel ini untuk cek availability kamarnya, jika beruntung, akan dapat kamar yang masih kosong.

Sebelum akhirnya memilih Munajat, sebetulnya saya tanya hotel lain yang lebih murah. Penginapan Pantes yang persis di depan The Munajat harga single bed 75k tapi pas saya tanya ternyata penuh (dan tidak bisa booking di awal, pesan langsung bayar di tempat), yang lain ada yang 90-125k. Akhirnya saya putuskan pilih Munajat saja. Kenapa saya memilih Munajat, karna bila dihitung, tetap lebih murah dan nyaman. Terasa mahal karena saya menginap sendirian. Jika anda dengan beberapa teman, harganya akan terasa lebih murah. Ada 7 kamar yang disewakan. Saya dapat harga Rp 110.000 (single bed, kamar 2 x 2,5 m, kipas angin, meja, kursi, kamar mandi sharing). Saya dapat kamar di lantai atas, jendela menghadap ke jalan. Di balik kamar saya terdapat kursi dan meja untuk mengobrol dengan tamu dari kamar sebelah. Menarik, kursi-kursi di lantai 1 ini pasti diatur agar tamu dari berbagai daerah dapat saling bercakap. Siapa yang tahu bahwa akhirnya di sana saya dapat berbincang dengan dua traveller asik dari kampung halaman saya, Palembang.🙂

Sekali lagi, hotel ini menurut saya layak sekali direkomendasikan untuk backpackers. Lokasi hotel masuk gang Sosrokusuman sedikit bangunan pertama. Gangnya agak tertutup oleh pedagang kaki lima di sekitar Malioboro, namun kalau anda jeli tidak terlalu sulit menemukannya, di depan gang ada plang Mesjid As Shalihin. Lokasi yang strategis memungkinkan kita untuk mencapai beberapa tujuan wisata di sekitar dengan mudah. Sepanjang jalan Malioboro, kemudian menuju Pasar Beringharjo, menuju 0km, menuju Komplek Keraton dan Taman Sari, menuju Alun-Alun Kidul, semuanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Menyenangkan sekali menghabiskan pagi dengan lari pagi di sekitar Malioboro sampai ke 0km.

Munajat sepertinya diset up layaknya hotel-hotel backpacker di luar negeri , macam di Singapura dan Thailand. Tidak perlu khawatir, karna lingkungan Sosrokusuman bukan lingkungan “aneh”, jadi aman bagi perempuan. Kawasan Gg. Sosrokusuman 100% aman, karena merupakan pemukiman penduduk tetap. Jadi, tidak akan menemukan hotel yang ‘aneh’🙂

Sekeliling ruangan di Munajat Backpacker dihiasi ornamen-ornamen dan cindera mata dari berbagai negara, dinding yang dihiasi lukisan dan wisdom quotes dari berbagai tokoh spiritual, ada perpustakaan, ada Al Qur’an (ini unik menurut saya), meja kursi dengan bantal berwarna dan bentuk mencolok, ada tumpukan dvd film original + lcd tv, ada dapur untuk memasak, free wifi, free used computer, dan commentary sticker. Yang menarik dari semua itu, stafnya ramah sekali! Kalau menginap disini, jangan lupa sempatkan bercakap dengan tamu dan staf-stafnya yang menurut saya humble-nya membuat speechless. Berbagi pengalaman perjalanan dengan mereka, dan bisa dapet info-info mengenai tempat-tempat yang seru di Yogyakarta. Oh iya, bisa nitip barang juga sebelum dan sesudah check in. Saya bahkan masih boleh menumpang mandi setelah check out! Haha.

Sayang sekali saya tidak sempat bertemu dengan pemiliknya. Menurut stafnya, pemilik adalah seorang backpacker sejati, dan saya yakin beliau seorang islamic feminist! Sayangnya saya terlambat menyadarinya, saya baru mengetahuinya ketika melihat-lihat koleksi buku di perpustakaan pribadinya. Itu semua nilai plusnya Munajat, dan saya tidak menyesal memilihnya.

Saya hanya punya 1 gambar. Memory card saya hilang, jadi semua gambar perjalanan Jogja saya hilang. sedih sekali!😦

This slideshow requires JavaScript.

The Munajat Backpacker

Jl. Maliboro 26 Gg. Sosrokusuman

62 (0)274 585138 / 087739061777

Harga per Maret 2014 : single bed Rp 110.000, twin bed Rp 125.000, share bathroom

Jika suatu saat anda menginap disana dan menyenangkan, jangan lupa berbagi cerita yaa..🙂

25 thoughts on “Backpacking Ke Yogya : Menginap Di The Munajat Backpacker

    1. Oh iya, maaf belum sempat dituliskan. Masih ada di draft, hehe. Saya ke Yogya akhir Maret, tepat pekan peringatan Nyepi. Berangkat naik KA ekonomi pagi dari Bandung, sampai Yogya setelah dzuhur. Saya disana selama 4 hari. Kurang lebih destinasinya seperti ini

      Hari 1 Jumat : menuju Jl. Malioboro gang Sosrokusuman untuk checkin hotel Munajat. Unpack, mandi, shalat, makan (di sebelah Munajat ada mesjid). Sorenya jalan kaki di sekitar Sosrowijayan, Jl. Dagen untuk cari hotel asik lainnya (note : Jl. Sosrowijayan dan Dagen kurang reccomended untuk solo traveller perempuan, but it depends how your backpacking style). Malamnya menuju ke Jl. Veteran (mengunjungi De Mata Trick Eye, museum 3D terluas sedunia katanya), pulangnya motret dulu dan jajan di 0km.

      Hari 2 Sabtu : pagi-pagi jogging di sepanjang Malio. Setelah itu saya ke Museum Ullen Sentalu di kaki Kaliurang. (di sekitar Kaliurang banyak wisata Merapi, mostly touring pakai jeep. Tapi karena saya ke Museum Ulen Sentalu, saya naik elf, lalu ojek). Museum Sentalu itu heritage Yogya, tidak ada hubungannya dengan wisata gunung Merapi. Ke daerah sini mesti disiapkan waktu 1 hari. Malam harinya icip-icip Gudeg di Jl. Wijilan, ke Alkid, ke tugu.

      Hari 3 : tujuan utama, menonton Nyepi di Prambanan. Acaranya panjang. Jam 7 saya sudah start dari halte Malio naik sekali transYogya, turun di halte Prambanan (3ribu). Habis dzuhur sudah di Malioboro lagi. Sorenya ke pasar Beringharjo, makan malem di angkringan keraton, main di alkid lagi, 0km lagi.

      Hari 4 : pagi-pagi ke Keraton, lalu Taman Sari (a must!), Museum kereta raja, lalu beli oleh-oleh bakpia di sentra bakpia Jl. Pathuk. Jam 1 udah mulai naik kereta ke Bandung.

      Overall itu sih kunjungan pertama saya sendirian ke Yogya.

      Kunjungan kedua, akhir agustus. Tapi dari Solo, jadi di Yogya sehari aja. Saya ke Gua Pindul di Gunung Kidul. Gua Pindul keren! Dari yogya kota naik trans Yogya sampai terminal bis, lalu cari bis ke Gunung Kidul. Naik ojeg ke Gua Pindul pp 45.000. tiket 35.000.

      Silahkana jika ada yang mau ditanya lagi!🙂

  1. Keren milta, sambil liat postinganmu di the munajat, skrng aku juga lg stay di munajat juga hehe emang nyaman ya disini

  2. Nama pemiliknya Uki….dia sudah beberapa lama jadi temen saya di Facebook, dia yg add mungkin karena sebagian besar temannya adalah teman saya juga. Saya mau k jogja minggu depan, sayang Uki nggak angkat telp saya n gak bales sms saya…hiks hiks….padahal pengen booking Munajat kalo bisa. Yoweslah walk in ajah kesana pagi2 sapa tau beruntung. Salam backpacker….eh….hahaha….salam kenal…. Nice article….

  3. Hallo mba Lucia.. yup betul, nama pemiliknya Mas Uki.. ramah banget emang di facebooknya, sadly i never met him in real life!

    *sending grace to your way*, semoga bisa berjodoh dengan Munajat mbaa…

    happy travelling too!🙂

    1. waah senangnya mau backpacking ke Yogya.. salam buat alam Yogya yang syahdu! saya kangen jalan malam dari munajat ke 0km untuk makan wedang ronde, dan jogging pagi hari di Malioboro!🙂

  4. Akhirnya ketemu jg blogger yg nulis tentang the munajat backpacker ini. Senang sekali…

    Jumat malam besok saya akan ke Yogya. Tujuan utama mau nonton jazz yg diselenggarakan oleh FE UGM pada Sabtu malam. Sabtu pagi saya mau keluyuran dulu ke tempat2 menarik di Yogya. Ini lagi cari2 tempat nginap yg murah, aman, nyaman dan ketemu nama the munajat. Sepertinya saya Sabtu siang akan menuju the munajat. Moga masih tersedia kamar yg kosong.

    Terima kasih atas postingnya. Sangat membantu.

    Salam dari saya di Sukabumi,

  5. Boleh tanya, di munajat backpacker 1 kamar boleh di tempati misalnya berlima gitu? Atau ada tambahan harga ? Mohon informasinya terimakasih

    1. Halo. Jumlah yang diizinkan menginap di Munajat sesuai jumlah bed yang tersedia di kamar tersebut.. 1 bed 110,000/Maret 2014, double bed 140,000/Maret 2014, untuk lebih jelasnya silahkan hubungi nomor kontak yang tertera di atas ya..🙂

  6. Salam dari Malaysia; sedang saya tercari-cari maklumat Yogyakarta di website, ketemu sama blog kamu. Sangat membantu saya yang akan ke sana pada Februari 2016 nanti. Terima kasih! Moga kita bisa kongsi pengalaman sama-sama backpacking nanti ya.

    1. Salaam dari Bandung-Indonesia, MissYD!

      glad to know that my post can give you reference about Yogyakarta tourism destination.

      i promise Yogyakarta will treat you good, just a friendly reminder that as a backpacker we need to be more humble and friendly to local culture.

      Yogyakarta would be your favorite destination, i guarantee! haha.

      oh ya, if you happen to visit Bandung and/or need help about some backpacking destination in Indonesia, please don’t hesitate to contact me ya..

      you can also catch me on email; milta.mutiah@gmail.com

      1. Thanks for your advice, i will be the most humble and friendly person in this world..hehehe.
        My next destination after Yogyakarta-Surabaya trip will be Bandung on March 2016. Email to you soon! 😊😄

    1. Halo Lina terima kasih atas kunjungannya ke blog ini… Wah, senangnya mulai solo travelling ke Yogya, oke juga loh misalkan dicombine dengan Solo (hehe, kompor!).. Ini nomor whatsapp saya 085318871407 kalau kamu mau tanya2 tentang solo travelling di Yogya dan kalau mau cerita tentang perjalananmu.🙂

      (Kalau kamu udah save nomor ini, segera kasih tau ya, agar saya bisa hapus nomor saya disini😀 )

  7. Mau tanya mba,kalo saya rencana pake kereta malam jam 19.00 dari bdg,kira kira ada kemungkinan bisa dapet kamar ga mba ya?saya rencana brgkat 9 maret.
    1 lagi mba,fasilitasnya ada yg kamar mndi dlm ga ya?
    maaf banyak nanyanya

    1. Halo Chandra,

      baiknya kamu bisa menghubungi dulu via telepon untuk check availability The Munajat, apalagi pada saat weekend atau holiday season. Apa lagi kereta dari Bandung sampai kesana jam 5.30 pagi.🙂

      oh ya, tentu ada kamar mandi; sharing bathroom.. bukan dalam kamar, tapi dijamin ga akan ngantri karna ada beberapa bathroom yang tersedia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s