Mendaki ke Gunung Manglayang

Hari Kamis lalu saya berolah raga bersama beberapa rekan kerja. Olahraganya agak berat dan membutuhkan waktu lama.. mendaki ke puncak Manglayang! Kami start dari rumah jam 6 pagi, menuju bumi perkemahan Batu Kuda, setelah sebelumnya melalui jalan perkampungan menuju komplek perkemahan tersebut. Bumi Perkemahan Batu Kuda biasanya menjadi meeting point bagi para pendaki. Tempat awal mula kami akan memulai mendaki menuju Puncak Manglayang. Akses menuju Bumi Perkemahan Batu Kuda dapat dilalui motor dan mobil, kira-kira 20 menit dari jalan utama Cileunyi.

Pukul 6.30 kami sampai di Bumi Perkemahan Batu Kuda. Beristirahat sejenak. Kami menggunakan waktu istirahat untuk sarapan. Penting pula, kami menyempatkan olahraga peregangan sekitar 5 menit sebelum mulai mendaki. Saya sudah lama sekali tidak mendaki. Terakhir mendaki semasa SMA, Ciremai! Sekitar 9 tahun lalu! Haha. Setelah mendaki Manglayang, jadi terfikir juga untuk kembali memulai hobi saya ini.

Bagian yang paling saya suka dari Bumi Perkemahan Batu Kuda adalaaah.. pohon pinus!

???????????????????????????????

???????????????????????????????page

Seketika langsung teringat Bon Iver dan Fleet Foxes! I miss their music, like soooo much! Seteelah berdoa, sekitar pukul 7.00, pendakian kami dimulai. Bismillah..

???????????????????????????????

Kami ber 11. Ada satu anak yang ikut mendaki pertama kali, jadi kami melakukan perjalanan mendaki kami santai sekali. Kira-kira kami tempuh perjalanan sekitar 3 jam, 1 kali istirahat sebelum sampai ke puncak 1818 Manglayang. Hmm.. kesan pertama mendaki Manglayang; wah kecil-kecil cabe rawit, pedas! Tracknya lumayan tipis, terpeleset sedikit, bisa langsung terguling ke jurang. Menyesalnya pula, kala itu saya memakai jins, karena tidak ada celana sport yang bersih kala itu. Hehe. Rasanya tidak safety, kaku, dan bergerak menjadi tidak nyaman. Sehingga harus lebih ekstra hati-hati. Saya terlalu meremehkan Manglayang sebelumnya. Menyesal.

This slideshow requires JavaScript.

Setengah perjalanan
.. setengah pendakian..

On the note : meskipun track pendek, tetap mesti dihindari memakan jins ketika mendaki, kita tidak pernah tau seberat apa track yang akan kita tempuh.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Oh ya, kabut mulai naik ke atas bukit, hawa menjadi lebih dingin semakin tinggi kami mendaki. Shooting to our body, menjadi segar karena sebelumnya keringat mulai mengalir..

???????????????????????????????

???????????????????????????????
.. Selamat! Anda telah berhasil mendaki 1.818 mdpl! ..

 

???????????????????????????????

Sampailah kami di puncak. Kami mulai menggelar tikar, dan siap memasak. Makan siang kami ada bihun kuah instan, mie goreng instan, roti dan air mineral. Oh, beberapa memasak kopi instan. Penting juga diketahui, di puncak Manglayang tidak terdapat sumber air. Jadi bawa air persediaan secukup mungkin, dan gunakan sebaik mungkin.

This slideshow requires JavaScript.

Oh ya, foto dulu sebagai tanda kami telah sampai 1818mdpl!

This slideshow requires JavaScript.

Setelah cukup beristirahat, beberapa dari kami memutuskan untuk menuju Puncak Bayangan. Saya tertarik ikut. Akhirnya 6 orang dari kami menuju Puncak Bayangan. Sisanya beristirahat di atas tikar. Oh ya, saya bertemu dengan rombongan mahasiswa IPDN. Salah satu dari mereka menggenakan kaos Efek Rumah Kaca. Karena mutual interest, akhirnya saya ajak berfoto. Hehe!

???????????????????????????????

Perjalanan menuju puncak bayangan sekitar 20 menit. Jalanan menurun dan licin. Lebih terjal daripada track sebelumnya.

???????????????????????????????

Puncak bayangan Manglayang!

This slideshow requires JavaScript.

Tadinya mau memotret keindahan kota dari atas sini, namun kabut sedang menyelimuti.Saya putuskan tidak jadi memotret. Membiarkan segala pemandangan indah itu terekam selamanya di dalam fikiran dan hati saya, aiih! Kami hanya beberapa menit di puncak bayangan, dan segera kembali menuju teman-teman kami yang sedang beristirahat. Saya beristirahat beberapa menit. Kemudia dibangunkan karena kami akan segera kembali pulang.

???????????????????????????????

Kami membereskan sisa-sisa makanan kami. Melipat tikar dan bersiap turun kembali. Perjalanan turun selalu lebih sulit. Harus pintar menjaga keseimbangan badan ketika turun. Baru sekitar 5 menit perjalanan, sendal saya solnya terbuka. Memang sedari berangkat sudah terbuka, dan akhirnya menyerah. Saya turun tanpa alas kaki. Setengah perjalanan kami, tiba-tiba hujan mengguyur. Kami semua telah mempersiapkan jas hujan. Track menjadi lebih licin dari sebelumnya, sehingga saya yang tanpa alas kaki harus siap berpegangan ke akar dan ranting terdekat apabila akan terpeleset.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

3 jam, sekitar pukul 14.00 kemudian kami sampai kembali di Batu Kuda. Hujan pun reda. Segar. Kami beristirahat di warung, minum teh dan makan mie rebus. Hangat. Shalat dzuhur dan bersiap kembali ke rumah masing-masing.

This slideshow requires JavaScript.

 Alhamdulillah atas nikmat berolahraga dan fisik yang sehat. Semoga ini bukan pendakian yang terakhir.

p.s : selama perjalanan saya tidak mendengarkan Bon Iver dan Fleet Foxes, tapi mendengarkan latmiya dan doa Tawasul. Pendakian syariah😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s