suatu hari saya melihat sebuah pertanyaan yang disampaikan seorang Amerika kepada seorang Muslim tentang mengapa ada empati kepada keluarga di Islam. Membuat saya berfikir tentang hal ini. Jika kita perhatikan, pengaruh budaya barat telah banyak memperlihatkan jauhnya kebanyakan mereka dari kekuarganya. saya lihat, kebiasaan mereka tidak pernah pulang ke rumah (jarang menemui kedua orang tua, menolak menikah, tidak ada tempat pulang) untuk berpetualang keliling dunia, mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia, menyelami berbagai samudera, menjelajah hutan tak terjamah..

saya seringkali berfikir, mungkin keberadaan keluarga bagi beberapa orang itu tidak mengikat. artinya, hubungan emosional mereka ada, tapi tidak mengikat. Sedangkan bagi saya, tak pernah terbayangkan dapat melepaskan diri dari keterikatan itu. Islam mengajarkan saya bagaimana mengkhidmati anggota keluarga. meskipun ini pun seringkali saya abaikan. memiliki ibu yang telah menderita 9 bulan lamanya mengandung saya, melahirkan saya dengan susah payah, dan penderitaannya untuk menjadikan saya menjadi manusia yang lebih baik tidak pernah berakhir selama beliau masih ada, physically and emotionally. i love seeing mothers being pregnant, giving birth to her kids..but masha Allah..i can’t imagine if i could be as strong as them, as strong as my mother given birth to her 6 kids.. it seems like manifestation of lifetime suffering..

dan kemudian, rumah menjadi shelter bagi kita dari segala kerasnya kehidupan di luar. Dan setiap orang bertanggung jawab atas segala yang ada di dalamnya. keluarga selalu jadi yang pertama memberikan ruang itu, dan yang paling pertama menjaga segenap rahasia.

seringkali saya berfikir, i’m not a good daughter for my parent, not a good sister for my siblings..but after all this time..i have to remember that no matter how my relationship with my family, i’m part of their bloods. Our family are ourselves, our identity, our home. home is not where do you live, it’s with who you with. rumah bukanlah dimana kita tinggal, namun dengan siapa kita bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s