Kunjungan Teman Baru Dari Samarinda.

Waktu itu kan saya pernah cerita tentang trip saya sendirian ke Yogyakarta, dan kemudian bertemu dengan 4 orang teman baru dari Samarinda. Namanya Ahmad, Ari, Fakhrul, dan Toto. Mereka adalah teman-teman baru yang saya temui selama kegiatan backpacking saya. Sampai sekarang masih sering saling memberi kabar. Alhamdulillah, mungkin someday saya main ke Samarinda, saya bisa menghubungi mereka agar dapat membiayai segala kebutuhan hidup saya di Samarinda, heheh.

Sebagai reminder, ini penampakan mereka.

IMG_2078
.. toto, milta, ahmad, ary ..

Nah, tiba-tiba sebuah Jumat malam.. saya menerima whatsapp message dari Mas Ahmad, memberi kabar kalau dia sedang di Bandung, dan mengajak saya bertemu hari berikutnya. Bahasa syariahnya bersilaturrahmi. Kebetulan saya sedang tidak ada acara di hari Sabtu itu. Akhirnya kami setuju bertemu.

Dan ternyata, dia ngga sendirian. Dia membawa pasukan rekan kerjanya di Kalimantan, katanya liburan dadakan. Celingukan, tapi ternyata tidak ada satu perempuan pun dari 2 mobil itu. Tadinya sungkan dan siap-siap pulang lagi aja, tapi karena ada beberapa teman Mas Ahmad yang meminta bantuan berbelanja di Bandung untuk keluarganya, saya tidak sampai hati menolak.

Sebelum menemui saya, mereka telah mengunjungi beberapa tempat seperti Gedung Sate, gedung KAA dan Cihampelas. Untungnya mereka telah membuat schedule sebelumnya, dan ada salah seorang di antara mereka yang kebetulan memiliki keluarga di Bandung. Jadi mereka tidak terlalu terlunta-lunta tanpa tujuan hehhe.

Dan ternyata…cowok itu kalo udah belanja kalap juga. Jadi mitos aja sih kalo yang lebih lebih suka belanja itu cewe. Ya masa baru sampai BIP (Bandung Indah Plaza, mall wajibnya penduduk Bandung, yang kalo pacaran atau selingkuh bisa banget ketemu orang yang dikenal heheh) mereka langsung berpencar meninggalkan saya awkward dengan Mas Ahmad, yang alhasil kami berdua hanya mengisi waktu dengan cengar-cengir, malu-malu. Heheh. Ngga seawkward itu sih sebetulnya.

Bukti lain, kalo cowok tuh kalap kalo belanja yaa, waktu kami tentukan jam dan meeting point kumpul lagi, ga ada satupun dari mereka yang on time, kecuali kami berdua hehhe. Dan lebih kaget lagi, karena di tangan mereka mulai penuh oleh paper pag berisi belanjaan. Ada yang beli pakaian dan beli jam tangan buat pacarnya, sweet banget!

Dan ternyata, mereka belum puas belanjanya katanya. Mereka tanya tempat belanja yang lebih murah, kalo bisa grosir, jadi mereka mau beli oleh-oleh pakaian buat di Kalimantan. Saya usulkan Pasar Baru, dan mereka setuju.

Dari BIP kami naik angkot menuju Pasar Baru. Teman-temannya Mas Ahmad ramah-ramah dan ga rusuh hehe, jadi Bandung tetap aman. Baru lima menit sampai di Pasar Baru Trade Center… triiinng mereka kembali berpencar dan menghilang. Saya dan Mas Ahmad menemani kedua teman Mas Ahmad yang mau belanja baju buat istri mereka. Dan saya aneh juga, kenapa Mas Ahmad malah ngga belanja sama sekali heheh.

Urusan tawar-menawar di Pasar Baru mereka serahkan kepada saya, dan mereka bengong melihat saya berhasir menawar 3 kali lipat di bawah harga yang ditawarkan hehe. Lepas itu kami berkeliling lagi,mencari dompet, tas, dan kaos Bandung. Cowo ternyata kalo udah belanja ngga ada capeknya, hehe. Barulah setelah beberapa kali dicall untuk segera kumpul kembali, yang berpencar tadi kembali berkumpul bersama kami, bersiap dijemput oleh rekan Mas Ahmad yang tadi masih berbelanja di sekitar BIP.

Kejadian lucunya, ada satu 2 orang tadi yang memilih tetap belanja di sekitar BIP dan misuh-misuh karena menyesal tidak ikut serta ke Pasar Baru. Ini pasti karena melihat belanjaan rekan-rekannya yang pulang dari Pasar Baru hampir 3 kali lipat dari hasil belanjaannya di BIP.

Dari Pasar Baru kami menuju RM Joglo di Dago Pakar untuk makan siang dan shalat. Alhamdulillah, Mas Ahmad dan teman-teman Mas Ahmad memperlakukan saya dengan baik, dan saya merasa aman. Saya jadi merasa memiliki lebih banyak teman baru. Bahkan ini lebih terasa seperti family gathering, karena yang dibicarakan tidak jauh dari cerita rumah tangga beberapa dari mereka dan cerita tentang kota Bandung, kota Samarinda dan tentang pekerjaan.

Seneng banget, karena ternyata mereka suka dan amazed dengan suasana Joglo dan suasana sekitar Dago Pakar. Kenyang, terima kasih Mas Ahmad dan teman-teman!

Dari Dago Pakar, kami berniat menuju Saung Angklung Udjo untuk menonton pertunjukan angklung, dan kami sudah reservasi sebelumnya. Namun ketika kami menuju kesana, kami urungkan menonton karena ternyata jam pertunjukkan yang available terlalu sore. Akhirnya kami beralih ke Trans Studio Bandung. Tadinya saya mau ikut serta petualangan di Trans Studio, tapi tiba-tiba ada perlu di rumah, jadi lah saya berpamit kepada mereka, dan mereka dengan berat hati melepaskan saya. Heheh.

Sebetulnya esok harinya mereka mengajak saya ke Tangkuban Perahu, tapi karena saya ada keperluan di hari Minggu itu.. saya tidak dapat ikut serta. Hmmm.. padahal seumur-umur saya belum pernah juga ke Tangkuban perahu. Selepas Tangkuban Perahu, mereka langsung menuju Cengkareng, bertolak ke Samarinda. Alhamdulillah atas nikmat bersilaturrahmi dengan temant-teman baru.

Mas Ahmad is always behind camera..jadi sama sekali ga ada foto dirinya di foto yang dia kirimkan kepada saya. Lagipula perasaan saya banyak sekali mereka ambil foto, tapi kok yang dikirimkan hanya ini yaaa…

DSCN9804
.. yooo! ..

2 minggu kemudian;

Saya mendapat kiriman kejutan oleh-oleh Samarinda dari Mas Ahmad. Seneng! Ada bonekanya juga, yang saya kira itu woody woodpecker yang akhirnya saya tahu bahwa itu boneka burung ciri khas Kalimantan Timur, yaitu Burung Enggang. Sweet banget emang! hehe.

Alhamdulillah, memiliki kesempatan untuk mendapat teman baru dari sebuah perjalanan.🙂

???????????????????????????????
.. kiriman oleh-oleh dari Samarinda🙂 ..

“O mankind! We created you from a single (pair) of a male and a female, and made you into nations and tribes, that you may know each other.” [Al Qur’an 49 : 13/ Abdullah Yusuf Ali]

4 thoughts on “Kunjungan Teman Baru Dari Samarinda.

  1. “alhasil kami berdua hanya mengisi waktu dengan cengar-cengir, malu-malu. Heheh”
    lucu mbk bacanya… he he he, yee walaupun mas ahmad gak cerita lebih dalam tentang pertemuannya dengan mbk milta lg, tapi dari tulisan ini kelihatan keseruannya.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s