Gara-Gara (Drama) Pilpres

Masa-masa pilpres kemarin masa-masa yang penuh drama sekali di sosial media. Saya sempat mengaktifkan kembali facebook dan ikut memantau perkembangan zaman, hehhe. Akhirnya malah merasa panas sendiri saking banyaknya black campaign dan banyak kelahinya di timeline. Bahkan yang kelahi itu banyak yang ga saling kenal satu sama lain. Kita merasa ringan saja melemparkan kata-kata kasar kepada orang yang bahkan tidak kita kenal.

Ini terjadi juga sama saya. Waktu itu saya memiliki teman di facebook yang berbeda pilihan (baiklah, kita sebut Mr.A), akhirnya saya beberapa kali selisih faham di page Mr. A ini gegara dia posting dan share berita-berita dari kubu pilihannya saja untuk menjelekkan kubu lain. Padahal baiknya kita menyadari ya, bahwa media milik politikus itu pasti menggiring opini untuk kepentingan politiknya, jadi sudah pasti kita dicekoki berita-berita sesuai program politik mereka. Kalau kita ga pintar memilah-milah dan mengembalikan ke opini kita sendiri, bisa kelahi!

Nah, teman facebook ini sebetulnya teman satu SMA, yang kami tidak pernah berbicara sama sekali. Tahun 2009 dia added me, saya accept saja. Tapi, sebetulnya saya pernah tau dia karena temen sekelas saya pernah sering curhat kepada saya karena teman saya itu naksir Mr. A ini, hihi. masa-masa esema!😀

Lanjut kembali ke masa kini. Bulan lalu saya sedang dalam perjalanan di bus Damri untuk mengantar Ibu ke kampung halaman Ibu. Di dalam bus Damri itu, tiba-tiba saya menyadari bahwa ada Mr. A duduk di salah satu kursi. Pastinya, Mr. A ini tidak menyadari keberadaan saya selama 4 jam di dalam bis itu, hehe. Sebetulnya mau menyapa duluan, awkward karena pernah debat, hehe.

Akhirnya, sesampai di rumah, saya kirim message via facebooknya, perihal saya melihatnya di bis itu dan terlalu merasa awkward untuk menyapa. Sekalian memanfaatkan momen untuk meminta maaf mengenai perdebatan masa pilpres, hehe. Bahaya kan, kalau sampai tidak sempat minta maaf sampai akhir hayat. Mana dia itu satu-satunya teman di FB saya yang pernah berdebat dengan saya, hihi.

Akhirnya setelah meminta maaf, jadi lebih merasa tenang.. dan jadi temen baik juga akhirnya!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s