Beberapa hari terakhir diracuni banget sama postingan temen-temen tentang kerennya suasana Jl. Asia Afrika dan sekitarnya dalam menyambut Asian African Commemoration 2015. Beberapa waktu lalu juga melewati Jalan Asia Afrika dan tiba-tiba area sekitar Asia Afrika menjadi area yang paling menyenangkan untuk dipandang. Yang pasti terlihat sih lampu-lampu jalan yang dipasang di tiang dengan relief-relief khas heritage Indonesia, kemudian kursi-kursi taman yang dipasang di sepanjang trotoar, bola-bola batu bertuliskan nama-nama negara peserta KAA, gedung-gedung sekitar Jl. Asia Afrika yang dicat ulang tanpa merubah sama sekali struktur bangunannya, dan yang pasti Gedung Merdeka dipercantik sedemikian rupa.

Tadi sepulang kerja akhirnya sama Mrs. Intan memutuskan menyambangi area tersebut. Ingin turut serta menjadi saksi atas gempitanya Bandung menyambut KAA. Parkir di Grand Hotel Preanger dan berjalan di tengah kerumunan pengunjung yang ingin pula menjadi saksi atas karya Bandung mempersiapkan KAA. Kesan pertama berada di area itu.. Tiba-tiba jatuh cinta secinta-cintanya kepada Bandung dan orang-orang yang telah sedemikian rupa submitting theirselves for this event. Dengan karya mereka, tiba-tiba warga Bandung jadi punya harapan bahwa kota ini sedang dan akan terus bangkit menjadi kota yang lebih baik dalam rangka meningkatkan tingkat happiness warganya.

AAC Commemoration 2015

.. Warenhuis De Vries ..
.. Warenhuis De Vries ..

IMG_1400

IMG_1325

20150422_202150
.. apresiasi untuk pengaman Lalin KAA ..
.. difotoin wong Komering ..
.. difotoin wong Komering ..

IMG_1316-tile

IMG-20150423-WA0009-tile

20150422_201657-tile

Saya dan Mrs. Intan mulai menyusuri dan merasakan setiap karya itu..

Banyak dari nama-nama negara di atas batu itu tidak familiar di telinga kita. Berapa dari kita yang pernah mendengar negara Palau? Negara Sychelles? Negara-negara yang terkikis namanya oleh negara-negara kolonialisnya? Dan kemudian 60 tahun lalu mereka menggabungkan diri dalam sebuah konferensi, demi semangat melepaskan diri dari kolonialisme.

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.

(Al Qur’an 49: 13)

Tidak ada yang perlu dikesalkan atas penuh sesaknya susasana di sana, kita semua sama; ingin menjadi bagian dari kemeriahan dan berbagi semangat Peringatan 60th Konfrensi Asia Afrika ini. Kita semua sama; sedang turut serta memperjuangkan kemerdekaan segala bangsa. Apalagi butir ketiga Pesan Bandung adalah mengenai kemerdekaan bagi Palestina. Macet sedikit tak apa ya..

Sejak dari minggu lalu sebetulnya sudah ingin mendaftarkan diri menjadi relawan KAA, namun apa daya, waktu yang tak berpihak (selalu yang disalahin waktu, habis tak ada yang mau disalahin!). Akhirnya memutuskan untuk menjadi relawan bagi blog diri sendiri saja, meliputnya dan menyebarkan pada dunia. Tapi, menurut saya yang tidak kalah penting selain menjadi relawan adalah menjadikan diri kita representasi atas semangat dan pesan Konfrensi Asia Afrika ini. Tidak hanya hari ini tapi selamanya🙂.

Besok acara puncak perhelatan peringatannya. Setelah segala jerih payah dalam mendukung dan mempersiapkannya, kita semua akhirnya bersandar pada harapan. Menitipkan harapan kita kepada para pemimpin negara-negara itu; bahwa tak ada lagi penindasan, bahwa kita semua setara yang harus dijunjung tinggi hak-haknya, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

NB : Setelah berkeliling, dan kembali ke Hotel Grand Preanger, saya dan Mrs. Intan bertanya-tanya, di mana kah letak bola batu bertuliskan Indonesia? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s