Enggan mendengar dan mengikuti perdebatan tentang siapa yang layak dipersalahkan mengenai kejadian musibah di Mina. Ketika kejadian-kejadian musibah serupa terjadi (apalagi yang rentan dengan isu politik dan agama), kita begitu cepat bereaksi dan menunjukkan bahwa kita ini siapa. Seolah tidak memiliki sedetik pun ruang di hati kita untuk berduka dan berdoa bersama mereka yang kehilangan. Sedetik itu langsung kita pakai untuk mengetik apa saja tentang saya ini siapa, saya di pihak mana, bagaimana sikap saya pada kejadian itu, siapa yang tidak berada di pihak saya.

Sepersekian detik itu pula, body images of the victim disebar sedemikian rupa di media, jemari bekerja lebih cepat dari otak kita. Padahal, pernahkah kita mencoba memahami bagaimana perasaan keluarga dan orang-orang terdekat korban melihat anatomi tubuh orang tercintanya dikonsumsi media sedemikian rupa. Layaknya pertanyakan kepada diri kita, bagaimana jika korban-korban itu adalah kita atau orang-orang tercinta kita, layakkah disebar sedemikian rupa?

suara tangis dan duka mereka yang ditinggalkan tenggelam di antara hingar bingar suara dan jemari kita.

May the departed souls reached heaven and meet Rasulullah (pbuh+hf) with light and peace.. may Allah guide the loved ones of the victim to a beautiful patience.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s