My Notes : Al Taubah 128.

Surat Al Taubah adalah satu-satunya surat di dalam Al Qur’an yang tidak diawali dengan Basmallah. Kalau kata Ustadz saya (dari tafsir Allamah Thabathabai) adalah karena dalam surat Al Taubah begitu kerasnya kecaman dan pemutusan hubungan Allah dari orang-orang munafik dan orang-orang yang mengkhianati dan melanggar perjanjian terhadap Rasulullah (sawa). Pengkhianatan dan perjanjian apakah gerangan ? Apakah orang-orang yang dikecam itu adalah orang-orang pada masa kehidupan Rasulullah (sawa), ataukah juga termasuk kita yang mengkhianati beliau? (tidak usah dikomentar di sini, renungkan saja)

Namun, yang menarik dari surat Al Taubah tersebut adalah bahwa arti kata Al Taubah itu sendiri adalah ampunan. Bahwa karena kasih sayang-NYA,  bahkan ampunan Allah begitu cepat dan begitu jauh lebih besar daripada murka-NYA atas dosa-dosa hamba-NYA.

Menariknya juga, sekeras itu pula Allah mengecam orang-orang musyrik dan orang-orang yang mengkhianati RasulNYA,  di bagian akhir surat Al Taubah ditutup dengan penuh kasih mengenai diutusnya Rasulullah sawa dari kita dan di tengah-tengah kita.

9_128

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari dirimu sendiri. Berat dirasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan kita keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. [Al Taubah 128]

Dari ayat tersebut tercermin bahwa sifat Rasulullah yang paling utama adalah empati beliau. Berat dirasa olehnya penderitaanmu. Betapa bahwa kita sebagai manusia modern mengalami krisis empati, karena sedikitnya kita menangis. Dan sedikitnya menangis menimbulkan keras hati yang akhirnya empati hilang, kepedulian berkurang. Membayangkan betap jika kita tidak memiliki air mata dan tangisan, hati kita akan sekeras para laskar ISIS itu, mengaku sebagai penegak Islam namun membunuh dengan sekeji itu, dipertontonkan di media, dan yang sampai hati melihatnya pun tanpa empati.

Ayat al Taubah 128 itu pun menunjukkan betapa dekatnya diri kita dengan Rasulullah (sawa), dan bahwa kita tidak pernah sendirian, tidak pernah ada manusia yang mencintai kita sebesar Rasulullah sawa mencintai kita.

.. Maka sampaikanlah shalawat dan pasrahkan dirimu kepadanya [Al Ahzab 56]

Shalawat itu seperti penghubung kita dengan beliau, bahwa dalam kebahagiaan dan kesedihan kita Rasulullah (sawa) selalu hadir.

Salah satu ayat favorit saya.. ayat favoritmu? Please share.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s