.. Karena Setiap Aksara Membuka Jendela Dunia – ERK ..

Postcard From Makkah

>>

>>

I almost forget whether I ever really look at the sun in Makkah and Madinah, though I can feel the heat.
But believe me, it’s not as hot as I think before. Madinah was cold, Makkah was hotter.

Foto pertama adalah Monumen Jabal Rahmah (monumen tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa) di Padang Arafah.
Menurut saya, Padang Arafah adalah salah satu belahan dunia terpanas yang pernah saya kunjungi.
Sepanas itu pun, toh tetap tidak sakit ke mata dan ke wajah, saya memutuskan untuk tetap tidak memakai kacamata.

Yang menarik, monumen tersebut dipenuhi tulisan nama-nama pasangan.
Yang lucu pula, percaya atau tidak, yang paling banyak dituliskan sepertinya nama-nama orang Indonesia.
Mungkin karena jemaah haji yang paling banyak adalah dari Indonesia yha ?
Dan kebanyakan dari kita berlomba-lomba menuliskan nama pasangan (yang diharapkan) di monumen tersebut dan di sekitarnya. Hihi
Sebenarnya, sejauh yang saya tau, tidak pernah ada riwayat yang menyebutkan
tentang keutamaan tentang berdoa meminta pasangan dan kelanggengan, atau menuliskan nama-nama di Monumen Jabal Rahmah.
Tapi, kalau mau berdoa seperti itu pun, yha silahkan saja. :)

Foto kedua adalah Gua Hira di Jabal Nur dekat Mudzdalifah.
Gua Hira adalah saksi peninggalan sejarah keIslaman yang agung,
tempat pertama kalinya Rasulullah saw menerima wahyu pertama melalui Malaikat Jibril yaitu ayat-ayat al-Qur’an.
Mukjizat terbesar dan teragung yang pernah ada di kehidupan manusia.
Tak ada kitab seterpelihara al-Qur’an.
Tak ada kisah seindah yang dikisahkannya.

These photos, do I look too excited been in Makkah ? :)

Caught the sun

>>

>>

Sikidang Crater area, Dieng Plateau.

Good morning, Dieng Plateau!

>>

>>

Hope to visit you again! :)

Wooo0!

>>

>>

You, any plan for holiday ?
Oh, I’ll tell you about mine.
This morning, I have participated on Bhakti Sosial kepada Yayasan SD – SMP Al Mukaromah, Bandung.
And then in the afternoon I’ll be off to have a 3 days trip to a city in central Java.
Excited! YOOO!

Eh, did you notice that this morning sunshine is so bright. Warm! :)

Can You Hear The Raindrops ?

>>

>>

It’s May, already.
And, surprisingly, when people called May as spring, it’s still raining in Bandung.
Cool temps are hanging around, it must be mother nature, smiting the drought, because we do need the rain.

You know what old man say about the rain of May? About how it’s supposedly lucky or blessed or something.
Though, I believe, GOD give blessing in every our days.
Wear jacket, make a cup of tea, Keep your self warm. :)

Soe Hok Gie : Puisi Terakhir

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal, dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.

Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

(CSD, Selasa, 11 November 1969)

?

Bukankah kita pernah berada
pada titik yang sama di bawah garis lengkung?
Dan kita menjadi akhir; pada tanya, bingung, misteri,
rahasia, dan semua hal.
Yang kita pun tak pernah tahu.
(Senan)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 755 other followers